Koperasi TKBM Merauke Klaim Terbaik dalam Pengupahan

Koperasi TKBM Merauke Klaim Terbaik dalam Pengupahan

Koperasi TKBM Merauke, Papua Tengah Melakukan RAT Unit Simpan Pinjam, Kamis (15/6)

Metro Merauke – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Kabupaten Merauke, Papua sebagai salah satu koperasi terbaik di Indonesia untuk wilayah Papua dalam kategori pemberian upah buruh diatas upah minimum provinsi (UMP).

Ketua Koperasi TKBM Merauke, Yohanes Puer mengatakan, pihaknya sejauh ini menggelontorkan upah kepada 280 anggotanya diatas UMP yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi.

“Jika UMP Rp2,6 juta, TKBM mendapat upah lebih dari itu. Bahkan ada yang diatas Rp3 juta,” katanya kepada Metro Merauke, Kamis (15/6) disela-sela kegiatan Rapat Kerja Anggota Tahunan Unit Simpan Pinjam.

Ia mengakui, memang tak mudah meraih predikat koperasi terbaik, dibutuhkan kerja keras dan kekompakan seluruh anggota koperasi untuk mendukung kemajuannya. Sejak 1998, Koperasi TKBM Merauke unggul dalam pemberian upah serta THR anggotanya.

“Dari waktu ke waktu, TKBM terus tumbuh. Itu memang tidak mudah, kami lakukan upaya melobi ke pemerintah daerah adanya perubahan tarif, kemudian dengan masuknya peti kemas pada 2021 mendatang, kondisi TKBM semakin baik.”

Menurutnya, untuk mendapat upah layak, TKBM tidak sampai melakukan pengurangan tenaga. “Kalau di beberapa pelabuhan lain, tenaga kerjanya banyak, namun upahnya kecil,” ujarnya.

Kini predikat sebagai koperasi terbaik, kata Yohanes patut dipertahankan. Untuk itu, perlu dibangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, utamanya pemerintah daerah serta dinas pembina koperasi, baik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi maupun Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan, yang selama ini melakukan pendampingan dan pembinaan secara melekat.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi Merauke, Fransikus Anggawen mengapresiasi Koperasi TKBM yang merupakan salah satu koperasi di daerah yang terus eksis hingga mampu menjadi terbaik dalam pemberian gaji dan THR.

“Maju mundurnya koperasi menjadi tanggungjawab bersama. Di Merauke ada banyak koperasi, tapi tidak sedikit juga yang siap dibubarkan karena tidak lagi melakukan RAT,” pungkasnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement