KPK Diharapkan Bersikap Netral Usut Kasus Korupsi Proyek Jalan di Jayapura

KPK Diharapkan Bersikap Netral Usut Kasus Korupsi Proyek Jalan di Jayapura

Bangunan 16 lantai yang didominasi warna merah putih dan berlogo KPK, telah kokoh berdiri di tepi Jalan HR Rasuna Said Kav C-22, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015) lalu. Pembangunan gedung itu, dijadwalkan selesai pada akhir November 2015 sehingga bisa diserahkan ke KPK pada awal Desember 2015 | Foto: TRIBUNNEWS/ABDUL QODIR

Metro Merauke – Politikus Partai Demokrat Willem Wandik berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bekerja di bawah tekanan dari pihak manapun.

Hal itu menyusul adanya isu yang menghubung-hubungkan Gubernur Papua Lukas Enembe dengan perkara dugaan korupsi proyek ruas jalan Kemiri-Depapre, Jayapura.

“Kami serahkan kepada KPK bekerja jujur netral bebas dari segala bentuk kepentingan,” ujar anggota Komisi V DPR RI itu dalam pernyataan persnya, Rabu (14/6).

Willem juga mengapresiasi adanya unjuk rasa mahasiswa Papua di depan gedung KPK kemarin.

Menurutnya demonstrasi tersebut adalah bentuk kepedulian kepada tanah Papua agar tidak mudah dihancurkan oleh segelintir orang yang berkepentingan.

Aksi itu diharapkan supaya tidak terjadi gejolak politik jelang pilgub 2018.

“Kecintaan mahasiwa kepada tanah Papua dan Gubernur Papua. Karena para mahasiswa berkeyakinan bahwa Gubernur Papua berkerja untuk pembangunan dan kesejahtraaan Papua menjadi lebih baik,” ujar Willem.

Sebelumnya kemarin puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua yang tinggal di Jakarta saat mendatangi kantor KPK.

Dalam aksinya mahasiswa membentangkan spanduk dan tulisan perihal aktor politik dalam yang mencoba menghancurkan tanah Papua.

“KPK jangan mudah terintervensi dengan aktor politik. Kami percayakan kepada KPK dapat berkerja dengan baik dan tidak mudah terintervensi,” tegas mahasiswa dalam orasinya. (Willy Widianto)

Sumber: Tribun News

Advertisement