Pelindo Klaim Bupati Perintahkan Pengerjaan Dermaga Dilanjutkan

Pelindo Klaim Bupati Perintahkan Pengerjaan Dermaga Dilanjutkan

Dermaga Pelabuhan Merauke, Papua

Metro Merauke – General Manager PT Pelindo IV (Persero) Cabang Merauke, Papua, Muhajir Djurumiah menyatakan, pengerjaan pengembangan Dermaga Yos Sudarso Merauke kembali dilanjutkan lantaran ada perintah dari bupati setempat, Frederikus Gebze.

Ia mengatakan, meski polemik pembayaran hak ulayat mengiringi pengembangan dermaga Pelabuhan Merauke, namun berdasarkan perintah bupati, pengerjaan perluasan dermaga untuk mendukung program tol laut tetap dilanjutkan.

“Memang pengerjaan sempat terhenti sekitar satu bulan. Setelah dilakukan pertemuan dengan pemerintah daerah, bupati perintahkan agar pembangunan tetap berjalan dan pembahasan mencari titik temu bersama masyarakat juga tetap dilakukan,” kata Muhajir kepada wartawan di Pelabuhan Merauke, Selasa (13/6).

Menurutnya, sesuai perencanaan pengembangan, dermaga akan diperpanjang hingga 75 meter dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung fixcrand. Ini demi mendukung kelancaran bongkar muat barang di pelabuhan. Ditargetkan, pengerjaan pengembangan dermaga pelabuhan rampung tahun ini.

“Kini pengerjaan dalam tahap pemasangan tiang pancang. Memang ada aparat TNI bersama KP3 Laut ikut menjaga material bangunan,” ujarnya.

Proyek pengembangan dermaga pelabuh di Pelabuhan Merauke tersandung masalah hak ulayat. Perwakilan pemilik ulayat, Hengky Ndiken mengatakan, pihaknya meminta kompensasi penggunaan tanah untuk pengembangan dermaga senilai Rp3 triliun.

Masyarakat adat pemilik ulayat telah mengadu dan meminta perlindungan ke Komnas HAM. Akhirnya, Selasa (13/6), Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pegai datang ke ke Merauke.

“Kami minta Kapolres turun dan menghentikan pengerjaan pelabuhan sampai benar-benar ada kesepakatan,” tegas Hengky Ndiken. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement