Natalius Pigai Diminta Hentikan Perluasan Pelabuhan Merauke

Natalius Pigai Diminta Hentikan Perluasan Pelabuhan Merauke

Natalius Pigai Ketika Mengunjungi Pelabuhan Merauke, Papua

Metro Merauke – Komisioner Komnas HAM RI, Natalius Pigai diminta menghentikan perluasan Pelabuhan Merauke, Papua yang kini sedang dalam tahap pengerjaan, lantaran belum ada kejelasan ganti rugi tanah ulayat dari pemerintah pusat.

Permintaan ini disampaikan pemilik ulayat Pelabuhan Merauke kepada Natalius Pigai, ketika komisioner Komnas HAM RI itu ke Merauke untuk mendengar langsung seperti apa masalah sengketa hak ulayat pelabuhan dari pihak terkait, Selasa (13/6).

“Kami berterimakasih karena Pak Natalius Pigai merespon positif pengaduan beberapa tokoh Marind dua pekan lalu di Komnas HAM RI, dengan langsung datang dan mendengar masalah sesungguhnya,” kata tokoh suku Marind, Yoseph Kanda Mahuze ketika pertemuan di Aula Noken Sai.

Menurutnya, perluasan pembangunan pelabuhan sepanjang 75 meter terus berlanjut. Padahal, masyarakat pemilik hak ulayat telah melakukan protes dan meminta pembayaran ganti rugi tanah ulayat terlebih dahulu.

Selain tanah pelabuhan dengan tuntutan ganti rugi Rp3 triliun, tanah Bandara Mopah Merauke seluas 60 hektar hingga kini juga masih bermasalah. Tak kunjung ada pembayaran hak ulayat kepada pemilik ulayat senilai Rp800 miliar. (LKF/Arjuna)

Advertisement