Masyarakat Marind Kecewa Bupati Merauke Tinggalkan Pertemuan

Masyarakat Marind Kecewa Bupati Merauke Tinggalkan Pertemuan

Masyarakat Marind, Kabupaten Merauke, Papua

Metro Merauke – Ratusan masyarakat Marind-Buti,Kabupaten Merauke, Papua kecewaan lantaran dalam pertemuan dengan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai membicarakan masalah tanah ulayat Pelabuh Merauke, Selasa (13/6), bupati setempat, Frederikus Gebze hanya memberikan sambutan kemudian pergi, karena akan membuka beberapa kegiatan lain.

“Terus terang, kami dari awal berharap pak bupati mengikuti sampai selesai dialog bersama masyarakat dan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Namun, setelah sambutan, beliau langsung pamit jalan,” kata Tokoh Masyarakat Marind-Buti, H. Waros Gebze, Selasa (13/6).

Menurutnya, harusnya bupati mendengar langsung berbagai persoalan yang dialami dan dirasakan masyarakat suku Marind. Tidak bisa memberikan mandat kepada Asisten I Setda Merauke, Waryoto.

Waros menegaskan, orang Marind-Buti adalah pemilik tanah dalam kota, dimarjinalkan. Tak ada perhatian pemerintah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Khusus bidang pendidikan, banyak anak Marind telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi, namun hingga sekarang belum mendapat perhatian pemerintah. Kita lihat saja di instansi pemerintah, hampir tak ada anak Buti diakomodir,” ujarnya.

Belum lagi lanjut dia, dengan kehidupan masyarakat yang tidak pernah mengalami kemajuan. Dari tahun ke tahun, ekonomi keluarga mereka berjalan ditempat, dibandingkan orang non Papua.

“Semestinya pemerintah menyadari, tanah milik orang Buti telah diserahkan untuk pembangunan perkantoran maupun infrastruktur lain. Seharusnya diberikan perhatian secara khusus,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement