Kemenpora Puas Acara Gowes Pesona Nusantara di Wondama

Kemenpora Puas Acara Gowes Pesona Nusantara di Wondama

Seremoni acara Gowes Pesona Nusantara di Kabupaten Telok Wondama, Sabtu (10/6) | Foto: Humas Kemenpora

Metro Merauke – Staf Ahli Kemenpora Bidang Kepemudaan Adiati Noordien mengaku puas dengan acara Gowes Pesona Nusantara yang berlangsung di Kabupaten Teluk Wondama, Sabtu (10/6). Ia mengatakan partisipasi warga setempat sesuai dengan harapan Menpora Imam Nahrawi.

“Inilah yg diharapkan oleh Bapak Menpora yakni kemeriahan, keakraban dan kebahagiaan dari olahraga. Kita lihat animo masyarakat disini benar-benar luar biasa dan mereka semua bergembira di mana mereka jarang sekali mendapatkan kegembiraan seperti ini, sehingga kita sudah pas betul mengikutsertakan Wondama dalam Gowes Pesona Nusantara ini,” kata Adiati Nordien dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id.

Gowes Pesona Nusantara merupakan bagian dari kampanye Ayo Olahraga yang digaungkan Kemenpora di berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh di ujung barat hingga Papuan di timur. Dalam kegiatan ini, warga setempat diajak bersepeda di rute yang telah ditentukan. Kemudian ada prosesi pengambilan tanah dan air untuk digabungkan dengan tanah dan air dari berbagai daerah lainnya sebagai bahan monumen Tanah Air Nusantara yang akan dibangun di kawasan Gunung Tidar, Jawa Tengah.

Dentuman suara tifa mengiringi delapan laki-laki saat menampilkan tarian Majai, mengawali prosesi upacara penyerahan tanah dan air Kabupaten Teluk Wondama yang berlangsung di Bukit Aitumieri. Setelah melakukan ritual adat, Ketua adat suku Sayori, Yohan Sayori, menyerahkan tanah dan air dari tanah peradaban Papua kepada Adiati.

Tanah dan Air yang diambil dari Bukit Aitumieri kemudian diarak ke lokasi start dan finis yang terletak di Sermaga Kuri Pasai. Sekitar 3.500 peserta mengikuti kegiatan Gowes Pesona Nusantara ini. Uniknya, tak hanya bersepeda, masyarakat juga antusias mengikuti kegiatan ini dengan berjalan kaki sejauh empat kilometer.

Tua, muda, anak-anak dan orang dewasa tumpah ruah di jalan protokol satu-satunya yang dimiliki Kabupaten Teluk Wondama. Antusiasme para pemuda Teluk Wondama terhadap acara ini adalah dengan tampil menggunakan baju adat bernama Kulit Kayu, Fita Poya, Cawat, Rok rumput, Blacklast, Mahkota (Burung cendrawasih, burung kasuari dan kerang). Selain itu kelompok marching band pun hadir menyemaraki perhelatan.

“Puji sukur kami ucapkan atas suksesnya acara Gowes Pesona Nusantara di Kabupaten Teluk Wondama. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Kemenpora RI yang telah hadir didaerah kami melalui program Ayo Olahraganya, kemudian para masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, sehingga menunjukkan keakraban kita, persatuan kita di tengah kehidupan majemuk di tanah Peradaban Papua ini,” ucap Bupati Teluk Wondama Bernadus Imburi.

Adiati melanjutkan, di daerah ini terdapat wisata bahari yang indah, malah tak kalah indah dari Raja Ampat. Jika infrastruktur dan tranposrtasi bisa ditingkatkan, ia yakin Teluk Wondama akan bisa menarik minat wisatawan. “Mudah-mudahan melalui Gowes Pesona Nusantara yang juga dihadiri oleh rekan-rekan media mampu mengangkat potensi alam yang ada disini menjadi terkenal dan membuat masyarakat luar penasaran untuk datang kesini,” kata dia. (***/Israr Itah)

Sumber: Republika

Advertisement