Diduga Pukul Staf Khusus DPRD, Mobil Dinas Bupati Mimika Dirusak Massa

Diduga Pukul Staf Khusus DPRD, Mobil Dinas Bupati Mimika Dirusak Massa

Mobil dinas Bupati Mimika, Eltinus Omaleg,SE,MH dengan nomor polisi DS 1 M dirusak massa di depan Rimba Papua Hotel (RPH) pada Minggu, 11 Juni 2017 malam sekitar pukul 20.35 WIT | Foto: Berita Satu

Metro Merauke – Mobil dinas Bupati Mimika, Eltinus Omaleg,SE, MH dengan nomor polisi DS 1 M dirusak massa di depan Rimba Papua Hotel (RPH) pada Minggu (11/6) malam sekitar pukul 20. 35 WIT.

Diduga, kejadian ini dipicu pemukulan yang dilakukan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH terhadap Staf Khusus DPRD Kabupaten Mimika, Wily Deikme.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, awalnya Gubernur Papua Lukas Enembe sedang berjalan dengan Wily Deikme di dalam hotel. Kemudian, muncul dari belakang Bupati Eltinus Omaleng, yang kemudian memanggil Wily dan berjabat tangan. Setelah itu, diduga Eltinus langsung melakukan pemukulan terhadap Wily.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon SH, SIK, MH,MSi kepada mantan anggota DPRD dan massa di depan Rimba Papua Hotel mengatakan kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

“Bagi masyarakat yang melihat secara langsung agar memberikan keterangan kepada penyidik untuk mengungkap kasus pemukulan tersebut,” kata Kapolres saat dihubungi wartawan, Minggu (11/6) malam.

Terkait dengan kendaraan yang dirusak massa, Kapolres mengatakan sangat prihatin dengan kejadian tersebut.

Kapolres mengimbau kepada massa dan mantan anggota DPRD agar kembali ke rumah masing-masing dan nantinya kembali pada Senin (12/6) pagi pukul 7.00 WIT untuk pertemuan dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Kapolres berharap agar semua pihak saling menghormati, karena semua mempunyai hak dan kewajiban, di mana mantan anggota DPRD mau bertemu gubernur, sementara untuk bertemu gubernur harus ada kesepakatan waktu, tidak bisa mengikuti kemauan masing-masing pihak.

“Saya harapkan agar kejadian yang terjadi di RPH batas sampai di sini, tidak boleh dibawa keluar. Saya tidak mau terjadi konflik atau perang, jangan sampai ada provokasi, kalau ada informasi yang merugikan agar disampaikan kepada kepolisian atau ke Ketua DPRD Elminus Mom,” kata Kapolres.

Kapolres menegaskan, persoalan ini tidak boleh merugikan orang lain, keluarga, dan anak anak. Kapolres meminta agar tidak ada pihak yang membawa massa. Di Timika ada persoalan besar yang terjadi yaitu persoalan karyawan, untuk itu jangan sampai mencampuradukan persoalan yang terjadi.

“Kalau mau proses hukum, proses hukum. Perang itu tidak ada jawabannya. Kalau perang sama saja masyarakat dibodohi,” kata Kapolres.

Sampai berita ini diturunkan, pihak keamanan masih melakukan pengamanan di RPH baik di dalam maupun di luar gedung. Sementara mantan anggota DPRD dan massa hingga pukul 23. 30 WIT masih berada di depan RPH dan mengancam akan tetap bertahan di sana sampai ada jawaban dari Gubernur Papua. (Robert Isidorus/PCN)

Sumber: Berita Satu/Suara Pembaruan

Advertisement