Nggaramo Sep, Festival Melestarikan Budaya Marind

Nggaramo Sep, Festival Melestarikan Budaya Marind

Ketua Tim Penggerak PKK Merauke, Ny. Rini Dewarusi Nebore Gebze (kiri), Bupati Merauke, Frederikus Gebze (tengah), dan Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung (kanan) Ketika Memperagakan Pangkur Sagu dalam Festival Budaya Nggaramo Sep di Kuper, Distrik Semangga, Sabtu (10/6)

Metro Merauke – Kabupaten Merauke, Papua memiliki sejuta pesona dan ciri khas budaya, khususnya kebudayaan suku Marind, suku pemilik tanah Anim Ha.

Tak ingin pesona itu hilang tergerus zaman, Tim PKK Merauke menggagas Festival Nggaramo Sep. Festival dilangsungkan di Kuper, Distrik Semangga, Sabtu (10/6).

Dipilihnya Kuper sebagai lokasi penyelenggaraan, sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur kepada para leluhur karena anak Kuper, Frederikus Gebze kini menjabat Bupati Merauke periode 2016-2021.

Festival ini merupakan salah satu cara melestarikan budaya suku Marind dan mempromosikan wisata Kabupaten Merauke kepada masyarakat Indonesia dan mancanegara.

Festival Nggaramo Sep yang menampilkan tradisi suku Marind diantaranya pangkur sagu, garuk kelapa (kumbu), dan tari ngatzi, disaksikan warga dari berbagai sudut Kabupaten Merauke.

Ketua Tim Penggerak PKK Merauke, Ny. Rini Dewarusi Nebore Gebze mengatakan, festival ini untuk mengangkat dan menjaga budaya lokal, khususnya budaya khas suku Marind agar tidak punah, dan generasi mendatang tahu akan budayanya.

Berbagai aktifitas yang ditampilkan dalam festival, kini sudah jarang ditemukan. Hanya dilakukan pada momen tertentu misalnya upacara adat dan hari-hari besar. Meski begitu, di kampung-kampung, masih ada masyarakat yang memegang teguh kebiasaan para leluhurnya. Melakukan berbagai aktifitas nenek moyang mereka secara alami.

“Ini perlu terus ditampilkan, diperkenalkan kepada publik, dan diketahui generasi muda. Dengan begitu, kedepan tradisi atau budaya sendiri tidak hilang tergerus kemajuan global,” katanya.

Menjaga kelestarian budaya daerah, lanjutnya menjadi tanggungjawab semua pihak, termasuk PKK. Ia berharap, festival seperti ini dapat digelar secara rutin sebagai estafet pelestarian seni dan budaya untuk generasi mendatang.

Bupati Freddy yang juga Pembina TP PKK Merauke mengatakan, ini salah satu upaya melestarikan budaya dan mengangkat jati diri dalam program kerjanya. Peningkatan budaya kearifan lokal menjadi salah satu program prioritasnya disamping program unggulan lain.

“Saya minta, setiap dinas dalam menyusun program kerja kedepan, perlu memikirkan program yang didalamnya dapat mengangkat tradisi dan budaya Marind,” kata Freddy.

Ia mengajak masyarakat dapat mengelola potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Papua, khususnya Merauke, serta menjaga keutuhan NKRI lewat keberagaman seni dan budaya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement