BEI: Papua Butuh Banyak Broker Saham

BEI: Papua Butuh Banyak Broker Saham

Ilustrasi | Foto: Okezone

Metro Merauke – Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Jayapura mengungkapkan bila Papua masih membutuhkan banyak tenaga broker saham karena kini jumlah transaksi pasar modal di wilayah tersebut terus meningkat.
“Idealnya, satu broker menangani 10 nasabah, tapi di Jayapura atau Papua, satu orang bisa menangani 100 hingga 200 investor. Memang kalau kita hitung kita minimal membutuhkan 20 orang broker,” ujar Kepala BEI Jayapura Kresna Aditya Payokwa, di Jayapura, Rabu (7/6).

Ia menyebut, dengan jumlah investor pasar modal di Papua yang mencapai 2.500 orang dan dengan rata-rata transaksi per bulan mencapai Rp90 miliar, maka jumlah broker yang ada masih sangat sedikit.

Bahkan ia memandang perusahaan sekuritas yang ada di Jayapura pun masih sangat kurang.

“Lembaga sekuritas baru ada tiga perusahaan di Jayapura. Sebenarnya kita masih butuh banyak lembaga sekuritas, tapi sayangnya jumlah SDM (sumber daya manusia) kita masih terbatas di Papua,” kata dia.

Kresna mengklaim, sebenarnya BEI sudah menggelar pelatihan untuk menciptakan tenaga ahli yang mampu bertransaksi di pasar saham, namun hingga kini mereka belum mendapat lisensi dari Otoritas Jasa Keuanagan (OJK).

“Kita sudah buat program pelatihan dan sekarang di Jayapura kita punya 21 orang yang punya sertifikasi dari Ticmi, tinggal mereka mengurus OJK untuk mendapat lisensi sebagai broker,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan bila melihat perkembangan jumlah transaksi di Papua, maka bukan tidak mungkin ke depan BEI akan membuka kantor perwakilan di daerah lain yang ada di Papua.

“Sekarang yang menjadi patokan di setiap kantor perwakilan adalah tiga orang untuk menjadi staf inti, tapi tidak menutup kemungkinan kita akan membuka kantor perwakilan baru di kota lain,” kata dia. (ant)

Sumber: Okezone

Advertisement