Kenaikan Harga Barang Pengaruhi Inflasi di Merauke

Kenaikan Harga Barang Pengaruhi Inflasi di Merauke

Kepala BPS Merauke, Trisno L Tamanampo

Metro Merauke – Inflasi Kabupaten Merauke, Papua pada Mei 2017 berada diurutan ke-57 secara nasional dan uruan ke-7 untuk Sulawesi, Maluku dan Papua.

Kepala BPS Merauke, Trisno L Tamanampo menyatakan, laju inflasi sebesar 0,23 persen lantaran lebih dipengaruhi kenaikan harga barang dan jasa.

Kenaikan harga barang dan jasa ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok perumahan, listrik, air hingga kelompok kesehatan serta pendidikan.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga dan jasa yakni bahan makanan sebesar -0,56 persen, kelompok makanan jadi, minuman, dan kelompok sandang.

“Dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), terdapat 70 kabupaten/kota yang mengalami inflasi dan 12 kabupaten/kota mengalami deflasi, termasuk Merauke. Kenaikan harga yang cukup signifikan mendorong terjadinya kenaikan harga di Merauke pada Mei lalu,” katanya, Rabu (7/6).

Yang mengalami kenaikan harga menurut dia antar lain bayam, bawang putih, angkutan udara, tarif listrik, dan angkutan dalam kota. Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan harga berupa cabai rawit, kacang panjang, bawang merah serta busana muslim.

Selain merilis perkembangan indeks harga konsumen sebulan lalu, BPS Merauke juga melaporkan perkembangan transportasi sepanjang April 2017, dimana terjadi peningkatan jumlah penumpang datang maupun berangkat menggunakan trasnportasi udara.

“Penumpang domestik yang berangkat mencapai 15.765 orang atau naik 15,59 persen. Sedangkan penumpang yang datang 15.459 orang, naik 8,77 persen,” ujarnya.

Katanya, tidak jauh berbeda dengan transportasi udara, penumpang yang berangkat dari Merauke menggunakan kapal laut medio April, tercatat naik hingga 16,49 persen atau 1.413 orang.

“Namun untuk penumpang yang datang dengan kapal laut justru turun. Hanya 959 orang atau 4 persen,” ujarnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement