Alasan Jalan Trans Papua Barat Belum Aspal 100%

Alasan Jalan Trans Papua Barat Belum Aspal 100%

Foto: Dok. Kementerian PUPR

Metro Merauke – Ada beberapa alasan jalan Trans Papua di Provinsi Papua Barat belum diaspal secara menyeluruh. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga punya penjelasannya.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat Ditjen Bina Marga, Yohanis Tulak mengatakan, alasan yang paling utama dikarenakan target pemerintah bukan pada pekerjaan pengaspalan, akan tetapi bagaimana total panjang 1.070,62 kilometer (km) tembus 100%.

“Target utama kita fungsional dulu,” kata Tulak kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (3/6).

Tulak menyebutkan, pada 2017 pekerjaan jalan Trans Papua khusus di Papua Barat tembus 100%. Saat ini, pengerjaan tengah dilakukan untuk menembus 11,86 km yang masih berupa hutan.

Penembusan hutan sudah mulai dikerjakan dengan target penyelesaian pada Desember 2017. Adapun, 11,86 km hutan ini terdapat di ruas II yang terbentang dari Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua yang total panjangnya 475,81 km.

Pekerjaan jalan di ruas I yang terbentang dari Sorong-Maybrat-Manokwari telah tembus 100% dengan total panjang 594,81 km.

Tulak menegaskan, selain melakukan penembusan hutan juga akan dikerjakan seperti perbaikan geometrik jalan yang kebanyakan masih dalam kondisi tanjakan yang tinggi dan perlu diturunkan.

Selanjutnya, pekerjaan juga akan membangun jembatan permanen secara bertahap dan perbaikan jembatan kayu atau semi permanen serta peningkatan jalan secara bertahap.

“Jadi yang penting terbuka dulu dan bisa dilalui,” ungkapnya. (ang/ang)

Sumber: Detik

Advertisement

2 komentar