OAP di Kampung Makaling Merasa Didiskriminasi

OAP di Kampung Makaling Merasa Didiskriminasi

Ilustrasi Mama-Mama Pedagang Asli Papua, Pelaku Ekonomi Kerakyatan yang Berjualan di Pinggir Jalan di Tengah Kota Jayapura, Papua. Foto Ini Diambil 2016 Lalu.

Metro Merauke – Orang asli Papua (OAP) di Kampung Makaling, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua merasa didiskriminasi, terutama dalam pemberian pinjaman kredit modal usaha oleh bank.

Perwakilan warga, Jojo Awom mengatakan, banyak potensi lokal di kampung-kampung, namun masyarakat sulit mengembangkannya lantaran terkendala modal.

“Bank Papua sudah punya kas di Okaba, mestinya kehadirannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan masyarakat di Kampung Makaling. Bisa dilihat, dana hanya bergulir di kawasan transmigrasi, tidak merata kepada penduduk asli Papua,” kata Jojo Awom, Selasa (30/5).

Akibatnya kata dia, pertumbuhan ekonomi kerakyatan hanya terjadi di kawasan transmigrasi. Sedangkan orang asli Papua di kampung-kampung, tidak mendapat kesempatan.

Masyarakat Kampung Makaling berharap, Bank Papua memberikan kepercayaan kepada mereka, dalam hal pinjaman modal usaha, khususnya orang asli Papua agar dapat mengembangkan usahanya.

“Kami juga meminta Pemkab Merauke menfasilitasi masyarakat mendapat pinjaman di bank, khususnya di Bank Papua untuk membantu masyarakat mengembangkan usahanya di kampung,” ujarnya.

Tidak hanya dalam hal pinjaman kredit, kata Jojo infrastruktur jalan juga perlu mendapat perhatian pemerintah. Ini merupakan salah satu sarana pendukung utama mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di kampung.

“Di kawasan transmigrasi, infrastruktur jalan sudah sangat baik. Ini juga mempengaruhi, sehingga perkembangan ekonomi kerakyatan orang asli Papua di kampung-kampung sangat lamban,” katanya.

Beberapa potensi yang dapat dikembangkan masyarakat di Kampung Makaling lanjut dia, diantaranya gelembung ikan, kelapa, jahe, kunyit dan lainnya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement