DAP Sebut Ada Tiga Kelompok Penguasa Tanah di Papua

DAP Sebut Ada Tiga Kelompok Penguasa Tanah di Papua

Ilustrasi Pemalangan Tanah Ulayat

Metro Merauke – Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP), John NR Gobai menilai, ada tiga kelompok penguasa tanah di Papua yakni pemilik ulayat (orang yang pertama datang), mereka yang menggarap atau hak pakai (orang yang datang setelah itu), dan kelompok ketiga mereka yang tinggal kemudian pergi dengan alasan tertentu (pemilik hak ulayat di tanah leluhurnya, di tempat baru dia hanya hak sebagai penggarap).

“Pemilik ulayat tandai dengan tanda alam atau batas alam, kebiasaan adat. Pemilik hak ulayat adalah orang atau marga yang pertama menempati suatu wilayah. Tidak kemana-mana. Mempunyai hubungan genealogis antara satu dengan lainnya. Mempunyai moyang yang menempati sebuah wilayah adat,” kata John Gobai via teleponnya, Selasa (30/5).

Kelompok hak pakai menurutnya, orang yang dibawa dari kampungnya karena menjadi tawanan perang, migrasi ke kampung lain karena perang atau jaman perbudakan kemudian menetap di daerah lain, atau kelompok yang merantau dan meninggalkan kampung asalnya, masuk dan diterima oleh satu keluarga dalam satu suku, kemudian memperoleh hak dari keluarga itu untuk mengolah tanah.

“Kelompok masyarakat ini adalah kelompok masyarakat yang ada secara geografis, dia hanya mempunyai hak sebagai penggarap tanah milik masyarakat pemilik ulayat. Dia mempunyai hak sebatas memakai lahan yang diberikan oleh pemilik hak ulayat, tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Kelompok ketiga menurutnya, kelompok yang ada kemudian pergi adalah mereka yang dibawah sebagai budak kesebuah tempat atau kelompok yang pergi dari tempat asalnya ke wilayah lain karena konflik atau sakit-sakitan.

“Kelompok masyarakat ini, bukan memiliki hak ulayat di tempat yang baru, tetapi mempunyai hak ulayat di daerah asalnya. Di tempat yang baru dia hanya penggarap, bukan pemilik ulayat. Hanya berhak dalam batas yang sangat terbatas,” katanya.

Untuk itu kata dia, hargai hak adat orang lain. Kalau hanya penggarap, hargailah pemilik tanah, kalau pemilik tanah, jadilah berkat untuk orang lain. Tanah hanyalah titipan Tuhan kepada para leluhur agar bisa hidup dan menghidupi orang lain. (Arjuna)

Advertisement