OAP di Muting Korban Janji Perusahaan Sawit

OAP di Muting Korban Janji Perusahaan Sawit

Ilustrasi Orang Asli Papua

Metro Merauke – Salah satu perusahaan kelapa sawit yang membuka lahan perkebunan di Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Papua beberapa tahun silam, awalnya berjanji akan mempekerjakan orang asli Papua (OAP), terutama pemilik hak ulayat. Namun realisasinya, hanya beberapa orang dilibatkan.

Kepala Kampung Muting, Robertus Mahuze kepada Metro Merauke, Senin (29/5) menyatakan, kecewa dengan kondisi itu, karena ketika pertemuan bersama masyarakat untuk pembukaan areal perkebunan sawit, pihak perusahaan berkomitmen mempekerjakan OAP terutama pemilik hak ulayat.

“Namun seiring pembukaan lahan hingga penanaman pohon sawit, perusahaan hanya mengakomodir beberapa orang. Padahal, janjinya semua pemilih hak ulayat akan diberikan kesempatan bekerja di perusahan,” katanya.

Mengenai pembayaran tali asih kata dia, pihak perusahaan telah menyelesaikan hal itu kepada pemilik hak ulayat, sebelum pembukaan perkebunan kelapa sawit dilakukan.

“Terus terang, kami merasa sangat kecewa, karena janji perusahaan tidak ditepati sampai sekarang,” ujarnya tanpa menyebutkan perusahaan yang ia maksud. (LKF/Arjuna)

 

Advertisement