Warga Kampung Koa Kesulitan Jual Ikan Hasil Tangkapan

Warga Kampung Koa Kesulitan Jual Ikan Hasil Tangkapan

Ilustrasi Mama Papua Sedang Menjaring Ikan

Metro Merauke – Salah satu potensi yang dimiliki Kampung Koa Distrik Anim Ha, Kabupaten Merauke, Papua adalah ikan. Namun masyarakat kesulitan menjual dijual ikan hasil tangkapan mereka lantaran terbentur akses transportasi.

Salah seorang warga Kampung Koa, Markus Ndiken kepada Metro Merauke, Senin (22/5) mengatakan, selama ini jika masyarakat memiliki uang, mereka menyewa perahu kayu bermesin untuk dipakai ke Kampung Wayau menjual ikan hasil tangkapan.

“Ada jalan darat, namun kondisinya rusak parah. Akses transportasi satu-satunya adalah jalur laut,” katanya.

Sekali jalan, biasanya warga menyewa perahu senilai Rp50.000. Namun belum termasuk bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau warga ada uang untuk sewa perahu, mereka pergi ke Wayau. Sebaliknya ketika tak ada uang, ikan hasil tangkapan mereka terpaksa dibuang,” ujarnya.

Katanya, beberapa bulan lalu, sering ada warga dari lokasi eks transmigrasi datang ke Kampung Koa membeli ikan hasil tangkapan warga. Hanya saja, belakangan mereka tidak datang lagi karena jalan rusak.

“Ikan tangkapan masyarakat seperti kakap dan mujair biasanya dijual dengan harga Rp10.000 satu ikat. Ini masih termasuk murah, karena satu ikat berisi delapan hingga sembilan ekor ikan,” katanya. (LKF/Arjuna)

Advertisement