Legislator Menduga Ada Skenario Dibalik Serangkaian Aksi di Jayapura

Legislator Menduga Ada Skenario Dibalik Serangkaian Aksi di Jayapura

Emus Gwijangge, Anggota Komisi I DPR Papua, Komisi yang Membidangi Politik, Hukum dan HAM

Metro Merauke – Sederat kasus kriminal di Kota Jayapura belakang ini yang menyebabkan beberapa orang meninggal dunia disikapi legislator Papua, Emus Gwijangge, Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi politik, hukum dan HAM.

Ia menduga, ada skenario dibalik semua itu. Katanya, tak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang ingin Papua, khususnya Kota Jayapura dan sekitarnya tidak aman.

“Saya menduga ada orang-orang tertentu dibalik semua ini. Mereka tidak ingin Papua aman. Untuk itu, pemimpin agama, paguyuban maupun ikatan masyarakat yang ada di Papua, khususnya Kota Jayapura, duduk bersama mencari solusi dan menenangkan warga agar tidak terpancing,” kata Emus, Minggu (21/5).

Ia meminta pihak kepolisian memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dan menangkap para pelaku agar diketahui motif dibalik itu. Tidak bias dan memunculkan polemik di masyarakat.

“Tapi jangan main tembak sembarang. Pakai cara-cara persuasif. Semua kan ada protapnya. Polisi juga harus patroli rutin di daerah-daerah yang dianggap rawan,” ujarnya.

Hanya saja Emus tak mau berspekulasi kalau kejadian akhir-akhir ini berkaitan dengan situasi politik Papua, menjelang tahapan pemilihan gubernur setempat, 2018 mendatang.

“Saya harap masyarakat tetap tenang. Tidak terprovokasi. Jangan terpancing isu-isu yang disebarkan pihak tertentu yang ingin membenturkan masyarakat,” katanya.

Tak Ada Kaitannya dengan Situasi Politik Papua

Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan serangkaian kasus di Kota Jayapura belakang ini tak ada kaitannya dengan situasi politik, baik menjelang pilgub Papua maupun pilkada tujuh kabupaten di Papua, 2018 mendatang.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) A.M. Kamal mengatakan, belum ditemukan hal itu. Namun beberapa peristiwa belakang ini menjadi atensi Polda memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada umumnya.

“Kapolda sudah perintahkan beberapa perwira di Polda Papua melakukan kegiatan perpentiv kepada masyarakat. Memberi penguatan dan meyakinkan masyarakat, kejahatan harus sama-sama diperangi,” ujar Kombes (Pol) AM. Kamal.

Selain itu kata dia, polisi juga mengingatkan masyarakat menjadi polisi untuk diri sendiri. Tidak setiap saat polisi bisa mendampingi masyarakat. Pelaku kejahatan selalu mencari kesempatan ketika masyarakat atau polisi lengah.

Katanya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan polisi, namun kurang tajam. Tidak membaca jam-jam rawan. Biasanya hanya pukul 22.00-23.00 WIT, sementara pelaku biasanya beraksi pukul 00.00-05.00 WIT.

“Mungkin melihat kegiatan polisi kosong dan mereka beraksi. Ini menjadi analisa dan evaluasi polisi. Bagaimana setiap saat polisi hadir di masyarakat, dan masyarakat merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Sementara Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Tober Sirait mengatakan, sejumlah kasus kriminal yang terjadi di wilayah hukumnya dalam beberapa bulan terakhir tidak berkaitan satu sama lain. Para pelaku setiap kasus tak ada hubungannya.

Rentetan Sejumlah Kasus di Kota Jayapura

Sejumlah kasus kriminal terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya belakang ini. Beberapa diantaranya yakni, Kamis (11/5) dini hari, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, Dr. Suwandi dihadang dua orang tak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya di jalan Buper Waena, Kota Jayapura. Pelaku menyerang korban dengan parang hingga tewas dan membawa kabur motor korban.

Sabtu (13/5), seorang wanita bernama Fitri Diana (22) tewas setelah dihadang tiga orang tak dikenal di sekitar Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Korban saat itu hendak ke Sentani bersama seorang rekannya yang juga anggota polisi.

Sabtu (13/5) siang, 11 remaja dihadang orang bertopeng di sekitaran Gunung Ottow Geisler Kompleks Bisoka 2, Jalan Munawir, Kotaraja Dalam Kelurahan Vim Distrik Abepura, Kota Jayapura dan membawa kabur tas salah satu korban yang berisikan empat buah handphone.

Jumat (19/5/), ditemukan mayat seorang perempuan berusia 45 tahun di depan Rumah Sakit Dian Harapan pukul 05.15 pagi WIT dengan sejumlah luka tusukan.

Jumat (19/5), malam, kakak beradik, Yuvenus Kulua dan Pius Kulua tewas usai ditikam dan dibacok ketika melintas berboncengan motor di Depan Dian Harapan. Ketika ada ratusan orang berkerumun di lokasi. Beberapa diantaranya mengeroyok kedua korban.

Nyawa Yuvenus Kulua masih tertolong, namun kakaknya, Pius Kulua tewas dilokasi akibat sejumlah luka tusukan dan pukulan benda tajam di tubuhnya. (Arjun)

Advertisement