Tak Maksimal, Pendamping Dana Kampung akan Diberhentikan

Tak Maksimal, Pendamping Dana Kampung akan Diberhentikan

Ilustrasi Dana Kampung - IST

Metro Merauke – Kabid Daerah Tertinggal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kabupaten Merauke, Papua, Josafat Fonataba menyatakan, setelah seleksi tenaga pendamping dana kampung rampung, mereka yang lolos seleksi akan ditempatkan di kampung-kampung lokal, dengan harapan dapat menjadi solusi utama agar dana kampung dapat terserap maksimal.

Meski begitu kata dia, tim pengendali akan melakukan pengawasan terhadap para pendamping. Setiap bulannya, mereka harus melaporkan perkembangan di kampung dalam pemanfaatan uang.

Dengan begitu, bisa diketahui apa saja permasalahan dan segera ada langkah yang diambil oleh Pemkab Merauke untuk melakukan percepatan penyerapan. Jika ada pendamping yang tidak maksimal melaksanakan tugas, pemerintah setempat tidak segan-segan memberhentikannya.

“Pemerintah tidak akan segan-segan memberhentikan pendamping yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan mereka yang ikut diklat, kalau tidak melaksanakan tugas dengan baik. Kami akan membuat pernyataan untuk dia mengembalikan uang. Biaya pelatihan saja berkisar Rp10-15 juta perorang,” katanya, Senin (15/5).

Menurutnya, gaji pendamping perbulan senilai Rp2,5 juta, diluar transportasi. Untuk itu, mereka dituntut menunjukan kinerja maksimal dan membuktikan kemampuannya. Dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan di kampung harus dimanfaatkan dan habis terpakai demi kemajuan kampung.

“Kalau ada anggaran sisa dana tahun ini, bisa dinyatakan hangus. Ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2017,” ujarnya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement