Pendamping Dana Kampung Jangan Bebani Pemkab

Pendamping Dana Kampung Jangan Bebani Pemkab

Kabid Daerah Tertinggal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kabupaten Merauke, Papua, Josafat Fonataba

Metro Merauke – Sebanyak 574 pendaftar calon pendamping dana kampung di Kabupaten Merauke, Papua kini sedang mengikuti tes tertulis.

Kabid Daerah Tertinggal Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Kabupaten Merauke, Josafat Fonataba mengatakan, setelah tes tertulis, para peserta akan mengikuti tes komputer dasar, tes wawancara terkait kesiapan di tempat tugas, dan diklat pendamping.

Dari jumlah itu, hanya akan direkrut sebanyak 55 orang. Peserta direkrut secara umum yakni lulusan SMA, SMK dan sarjana. Selain itu akan dilihat dari segi kemampuan dan tempat tinggal. Namun yang lebih diutamakan, kualitas peserta, agar tidak menjadi beban pemerintah nantinya.

“Karena bisa saja dia menetap di kampung tapi tidak bisa kerja. Ada juga yang bisa kerja tetapi tidak menetap di tempat tugas,” katanya, Senin (15/5).

Menurutnya, proses seleksi dipercepat lantaran program Bangsaku sudah mulai berjalan. Dikhawatirkan jika tidak segera ada pendamping, akan terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang  begitu besar, seperti tahun anggaran 2016 yang mencapai Rp136 miliar.

“Ini disebabkan masyarakat tidak punya kemampuan perencanaan, membelanjakan, dan mempertanggungjawabkan sehingga terjadi keterlambatan. Untuk itu, perlu tenaga pendamping agar dana-dana ini bisa terserap,” ujarnya.

Tahun ini, dana untuk 179 kampung di Kabupaten Merauke senilai Rp280 miliar. Nantinya, 55 tenaga pendamping yang terjaring akan difokuskan di kampung-kampung lokal.

“Kemungkinan, bulan depan tenaga pendamping sudah mulai dilepas ke kampung-kampung,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement