Ilmuwan Ini Punya Ide Gila untuk Kembalikan Es Arktik seperti Semula

Ilmuwan Ini Punya Ide Gila untuk Kembalikan Es Arktik seperti Semula

Kepulauan Arktik | Foto: Huffington Post

Metro Merauke – Anda mungkin sudah bosan membaca berita mengenai melelehnya es arktik dan malapetaka yang dapat terjadi karenanya tanpa mengetahui solusinya.

Seorang ilmuwan yang mempelajari bulan dingin di luar tata surya baru saja mengajukan sebuah ide gila yang mungkin dapat mengembalikan es arktik seperti semula.

Ilmuwan tersebut adalah Steven Desch, seorang ilmuwan yang mempelajari planet di Arizona State University, Tempe, Amerika Serikat.

Menurut Desch, es adalah insulator panas yang baik sehingga ketika air membeku di bawah es yang mengapung, panas harus dilepaskan untuk keluar dari bawah es. Akan tetapi, semakin tebal lapisan es, semakin sulit panas untuk keluar sehingga pembekuan pun melambat.

Menggunakan informasi di atas, dia pun mengusulkan untuk memperbaiki es Arktik dengan memompa air di bawahnya ke atas lapisan es ketika musim dingin. Ketika air berada di atas es, dia akan membeku lebih cepat daripada di bawah.

Teknologi yang dibutuhkan untuk melakukan hal ini pun tidak sulit, Desch berkata bahwa dia hanya membutuhkan kincir air seperti yang digunakan di berbagai pertanian dan peternakan.

Namun, jumlahnya tentu tidak hanya satu atau dua. Dalam jurnal Earth’s Future edisi Januari, Desch dan timnya membayangkan meletakkan kincir angin di atas jutaan pelampung di seluruh Arktik pada musim dingin.

Nantinya, setiap kincir angin diperkirakan akan mampu menambah ketebalan es yang seluas 15 lapangan sepak bola sebanyak satu meter.

Akan tetapi, merealisasikan mimpi Desch tidak semudah membicarakannya. Lingkungan Arktik yang begitu dingin dapat membekukan pipa dan membuat pengerjaannya terhambat.

Selain itu, pembuatan dan pengiriman satu pelampung berkincir ke Arktik akan menghabiskan dana sebanyak 50.000 dolar atau sekitar Rp 667 juta dan untuk menutupi 10 persen lautan Arktik selama satu dekade, Desch butuh sekitar Rp 667 miliar per tahun.

“Ini adalah proyek yang besar, tetapi tidak mustahil,” ujar Desch.

Menurut dia, justru ini adalah saatnya untuk merancang dan membangun prototip agar rencana penyelamatan Arktik sudah siap ketika masalah tersebut menjadi fokus politik. (Shierine Wangsa Wibawa)

Sumber: Kompas

Advertisement