74 Persen Uang milik Rumah Tangga di Indonesia Disimpan di Tabungan dan Deposito

74 Persen Uang milik Rumah Tangga di Indonesia Disimpan di Tabungan dan Deposito

Ilustrasi tabungan(www.shutterstock.com)

Metro Merauke – Kalau Anda memiliki penghasilan tetap, apa yang akan Anda lakukan dengan penghasilan Anda tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?

Tentu saja dana tersebut harus ada yang disisihkan untuk ditabung. Masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih instrumen berupa tabungan maupun deposito sebagai tempat untuk menyimpan dana yang dimiliki.

Harapannya adalah dana tersebut aman tersimpan dan bisa bertambah karena ada bunga. Akan tetapi, ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, sulit untuk memperoleh nilai tambah atas dana yang disimpan di tabungan maupun deposito.

“Masyarakat Indonesia total balance sheet rumah tangga lebih dari 74 persen dana rumah tangga disimpan di tabungan dan deposito dengan harapan aman dan deposito,” kata Presiden PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Legowo Kusumonegoro di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/5).

Legowo menjelaskan, dalam deposito, nasabah harus menghadapi dananya termakan inflasi. Hal yang sama juga terjadi pada tabungan.

Oleh sebab itu, instrumen yang dirasa menarik untuk dijadikan “pelabuhan” dalam menyimpan dana adalah dengan diinvestasikan pada instrumen pasar modal, salah satunya reksa dana.

Legowo menyatakan, reksa dana dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

“Kalau investor bijak, bisa pindahkan sebagian dana ke investasi reksa dana bisa memberi hasil yang optimal. Paling tidak uangnya tidak termakan inflasi,” jelas dia.

Selain itu, reksa dana bisa sekaligus mendidik masyarakat untuk disiplin dalam mengelola dana yang dimiliki. Dana yang disimpan di tabungan bisa langsung diambil untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak perlu.

Adapun dalam produk reksa dana, dana tidak bisa langsung dicairkan. Paling tidak, investor perlu menunggu sekira dua hingga empat hari untuk proses pencairan dana.

“Dari sisi konsep menabung, ini bermanfaat sekali karena tidak terlalu likuid jadi bisa lebih disiplin. Butuh dua sampai tiga hari untuk dicairkan,” ungkap Legowo. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Sumber: Kompas

Advertisement