Pemkab Merauke Ingin Serapan Dana di Kampung Maksimal

Pemkab Merauke Ingin Serapan Dana di Kampung Maksimal

Ilustrasi

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Papua ingin dana yang digelontorkan ke kampung, baik dana kampung maupun dana program Bangsaku tahun ini, serapannya maksimal dan tepat sasaran.

Kepala Badan Pemerintahan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Keliopas Ndiken, kepada wartawan, Selasa (9/5), mengatakan, tahun sebelumnya, ditemukan sejumlah kampung lokal terkendala pengelolaan maupun administrasi pelaporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

“Kami tidak ingin pemanfaatan dana kampung yang kurang maksimal tahun lalu, terulang tahun ini. Salah satu penyebabnya, akibat kurangnya pendampingan. Makanya, tahun ini pendampingan perlu dimaksimalkan,” katanya.

Menurutnya, dibutuhkan petugas pendamping ideal. Mumpuni dibidangnya, karena peran tenaga pendamping penting. Selain mengawal perencanaan, juga mengawal proses di lapangan hingga laporan pertanggungjawaban.

“Alokasi dana kampung dan anggaran Bangsaku masuk dalam Alokasi Pendapatan Belanja Kampung (APBK). Nominalnya cukup banyak. Mencapai miliaran rupiah. Ini butuh pedampingan. Kampung lokal perlu didorong maju bersama kampung eks transmigrasi,” ujarnya.

Kini Pemkab Merauke sedang menyeleksi 600 pendaftar pendamping dana di kampung. Dari jumlah itu, hanya akan direkrut sebanyak 55 orang.

Mereka adalah yang memiliki kapasitas mengenai regulasi, melakukan koordinasi dengan aparatur terkait. Mulai tingkat desa hingga kabupaten, dan intensif berkomuniksi dengan masyarakat hingga aparatur kampung. Ini untuk mempermudah pendampingan.

Sementara Ketua DPRD Merauke, Frasiskus Sirfefa menyarankan pembentukan tim pengawas melalui peraturan bupati (perbup). Tim ini untuk mengawasi program pemerintah yang kini sedang berjalan.

“Perlu dibentuk tim yang bertugas melakukan pengawasan dengan SK bupati. Ini penting, karena penyaluran dana pemerintah ke kampung cukup besar. Harus diperhatikan serius. Ini menghindari penyimpangan, maupun hal-hal yang tak diinginkan dikemudian hari,” kata Sirfefa. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement