Menengok Jembatan Terpanjang di Papua

Menengok Jembatan Terpanjang di Papua

Foto: Wilpret Siagian

Metro Merauke – Jembatan Holtekamp yang menghubungkan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura akan dipersiapkan menjadi destinasi wisata di kota Jayapura.

Pembangunan jembatan sepanjang 735 meter itu berada di atas laut Teluk Humbolt dan menghabiskan dana Rp 858 miliar. Jembatan ini juga menjadi jembatan terpanjang di Papua.

“Jembatan terpanjang di wilayah Papua ini akan dijadikan destinasi wisata di kota Jayapura satu paket dengan Skouw, untuk itu kiri kanan jembatan yang sudah di free clearing ini akan dijadikan ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono kepada wartawan disela-sela kunjungannya di Jembatan tersebut, Senin (8/5).

Foto: Wilpret Siagian

Selama kunjungan di atas jembatan, Basuki didampingi Direktur Operasional PT Pembangunan Perumahan (PP) Toha Fauzi yang memberikan penjelasan terkait pembangunan jembatan yang akan memudahkan akses masyarakat yang hendak dan dari kawasan Arso dan Koya serta Skouw.

Basuki mengatakan, pembangunan jalan Holtekam dijadwalkan selesai Oktober 2018 dan menghabiskan dana Rp 858 miliar, sedangkan pembangunan jalan menuju jembatan baik dari arah Hamadi maupun dari Holtekam menjadi tanggung jawab Kota Jayapura dan Pemprov Papua.

“Pembangunan jembatan Holtekam sepanjang 738 meter yang membentang di atas Teluk Humbolt menghubungkan dua distrik (kecamatan) dan jalan menuju perbatasan negara,” katanya.

Dikatakan, Komponen bagian tengah jembatan langsung dibuat di Surabaya oleh PT PAL Indonesia dan akan segera dikirim dari Surabaya dalam keadaan utuh.

“Ini merupakan komponen jembatan pertama di Indonesia yang dibangun secara utuh di pabrik, yang biasanya diangkut dalam keadaan terpotong potong,” katanya.

Foto: Wilpret Siagian

Untuk pembangunan jalan yang menyambung ke jembatan Holtekamp ini dilakukan secara keroyokan. Dari arah kota Jayapura sepanjang 400 meter menjadi tanggungjawab pemerintah kota Jayapura dan dari arah perbatasan negara sepanjang 7.900 meter menjadi biaya ABPD Provinsi Papua.

Jika pemerintah kota Jayapura memiliki keterbatasan dana APBD untuk menyelesaikan pembangunan jalan menuju jembatan Holtekam dari arah Hamadi, akan diambil alih pemerintah pusat.

“Tidak masalah, kita ambil alih karena APBD maupun APBN itu semua uang rakyat, yang penting prasarana yang dibangun pemerintah harus bisa difungsikan baik oleh rakyat,” kata Basuki. (dna/dna)

Sumber: Detik

Advertisement