Seleksi Calon Anggota Wilayah Ha Anim Mulai Dilakukan

Seleksi Calon Anggota Wilayah Ha Anim Mulai Dilakukan

Asisten I Setda Kabupaten Merauke, Papua, Waryoto Membuka Musyawarah/Pemilihan Tahap Pertama Calon Anggota MRP Wilayah Ha Anim, Senin (8/5)

Metro Merauke – Wilayah adat Ha Anim, Senin (8/5) menggelar musyawarah pemilihan tahap pertama calon anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2016-2021, untuk Kabupaten Merauke, Papua.

Musyawarah bertujuan menjaring calon anggota lembaga kultur orang asli Papua yang memiliki legalitas adat, transparan, jujur, demokratis, guna menghasilkan calon anggota MRP berkualitas, koperatif, berintegritas dan profesional dibidangnya.

Sekertaris panitia pemilihan, Agustinus Endiboy mengatakan, sebanyak tujuh orang perwakilan adat mengambil formulir. Hanya empat orang yang mengembalikan berkas. Namun seorang mengundurkan diri.

“Kini hanya ada tiga orang. Perwakilan perempuan empat orang mengambil formulir. Hanya satu orang mengembalikan berkas. Dia ditetapkan masuk dalam musyawarah tahap pertama,” ujarnya.

Nantinya, setelah musyawarah tahap pertama rampung, akan dilanjutkan dengan musyawarah tahap dua, digabung dengan Kabupaten Boven Digoel.

Setiap kabupaten di wilayah adat Ha Anim memiliki kuota satu kursi untuk wakil adat dan satu jatah kursi wakil perempuan.

Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Waryoto, mewakili Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengatakan, MRP memiliki posisi strategis dan penting, yakni memberikan pertimbangan dan persetujuan terhadap peraturan daerah khusus. Begitu juga jika Provinsi Papua akan dimekarkan, perlu ada persetujuan MRP dan DPR Papua.

“Kehadiran MRP untuk melindungi hak-hak orang asli Papua disemua aspek kehidupan. Mulai dari pengelolaan SDA, ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum dan HAM,” ujar Waryoto.

Menurutnya, MRP melengkapi susunan pemerintah daerah provinsi. Tugas dan wewenang MRP adalah memberikan pertimbangan kepada DPR Papua, Gubernur Papua, DPRD kabupaten/kota serta bupati/wali kota, mengenai hal yang berkaitan dengan hak-hak dasar orang asli Papua. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement