Demi Jabatan, Pimpinan OPD Tipu Gubernur Papua

Demi Jabatan, Pimpinan OPD Tipu Gubernur Papua

Ilustrasi Rumah Layak Huni untuk Orang Asli Papua - tabloidjubi.com

Metro Merauke – Legislator Papua dari daerah pemilihan Yalimo, Pegunungan Bitang dan Yahukimo, Natan Pahabol menyebut laporan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Papua kepada Gubernur Papua, Lukas Enembe tak sesuai hasil kerja mereka di lapangan.

“Pimpinan OPD jangan tipu gubernur. Saya curiga pimpinan OPD membuat laporan ke gubernur tidak sesuai fakta. Ini untuk mempertahankan jabatan mereka,” kata Natan, Kamis (4/5/2017).

Politikus Partai Gerindra itu mencontohkan, dalam laporan ketika pelaksanaan musrenbang belum lama ini, OPD terkait melaporkan telah membangun 3.000 rumah layak huni pada 2016, dari 13 ribu rumah yang menjadi target Pemprov Papua. Namun kenyataan di lapangan tidak seperti itu.

“Misalnya di Yahukimo, dilaporkan, 2016 sudah dibangun 162 rumah. Di Jayawijaya 40 rumah dan Yalimo 50 rumah. Saya beberapa hari lalu ke lapangan mengecek kebenarannya. Ternyata tidak seperti yang dilaporkan,” ujarnya.

Hasil penelusuran Natan, di Yahukimo sesuai bukti fisik di lapangan dan data Dinas Sosial setempat, hanya ada 16 rumah yang dibangun. Delapan rumah di Distrik Dekai dan delapan rumah di Distrik Sumohai.

Di Jayawijaya, kata dia, sama sekali tak ada bukti fisik pembangunan 40 rumah yang diklaim OPD terkait. Di Yalimo, dari laporan 50 rumah, hanya ada 40 rumah. Sebanyak 25 rumah dibangun di Distrik Abenaho dan 15 rumah di Distrik Wolarek.

“Di mana ratusan rumah lainnya yang katanya sudah dibangun di Yahukimo, Yalimo dan Jayawijaya,” katanya.

Ia mendesak Kepala Dinas Pemukiman dan perumahan Pemprov Papua, Dinas PU, Dinas Sosial dan Biro Otsus segera memberikan data akurat ke dewan, di kampung, distrik dan kabupaten mana saja rumah layak huni itu dibangun serta berapa banyak jumlahnya.

“Berarti tahun-tahun sebelumnya juga tidak ada pembangunan. Ini pembohongan publik. Jangan bangun rumah di atas kertas. Gubernur jangan percaya begitu saja terhadap laporan OPD. Evaluasi. Turun ke lapangan dan cek,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan Nioluen Kotouki, anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Lanny Jaya, Jayawijaya dan Nduga.

Menurutnya, dalam laporan OPD terkait di Pemprov Papua ketika musrenbang, di Lanny Jaya telah dibangun 1.145 unit rumah. Namun di lapangan tidak seperti itu.

“Kami mempertanyakan dibangun di kampung mana? Saya turun ke Distrik Pirime, Lanny Jaya. Hanya ada 21 rumah. Di Distrik Tiom, 17 rumah. Begitu juga beberapa kampung di Lanny Jaya, hanya ada beberapa rumah. Kalau saya hitung-hitung, total hanya ada 75 rumah di Lanny Jaya,” kata Nioluen. (Sumber: tabloidjubi.com)

Advertisement