Petani Harus Bayar Rp1,6 Juta untuk Satu Hektar Sawah yang akan Dipanen

Petani Harus Bayar Rp1,6 Juta untuk Satu Hektar Sawah yang akan Dipanen

Gabah Warga SP-7 Merauke, Papua yang Sedang Dijemur

Metro Merauke – Masyarakat di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua yang sebagian besar merupakan petani, tak punya pilihan lain ketika masa panen tiba, selain menyewa mesin panen padi dengan biaya Rp1.650.000 untuk memanen padi di sawah seluas satu hektar.

Sekretaris Kampung Hidup Baru, Martinus Bolilera kepada Metro Merauke Jumat (5/5), mengatakan mau tidak mau, petani setempat harus menyewa mesin panen padi. Ini untuk efisiensi waktu dibanding menggunakan tenaga manusia. Mesin panen padi tidak hanya memanen, namun mengisi gabah ke dalam karung.

“Secara umum, petani membuka lahan antara satu hingga tiga hektar. Bagaimanapun juga, saat panen perlu dengan mesin. Belum lagi curah hujan tidak menentu dalam sebulan terakhir,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa pekan terakhir, petani dikejar waktu untuk memanen padi di sawah mereka. Jika terlambat, mesin tak dapat masuk ke area sawah kerena genangan banjir.

“Di kampung, baru ada satu mesin pemanen padi. Kalau datang musim panen, petani terpaksa menyewa dari kampung tetangga,” ujarnya.

Untuk satu hektar sawah yang ditanami padi, bisa menghasilkan hingga 80 karung gabah. Itu jika hasilnya baik dan curah hujan tidak terlalu  tinggi. Namun kalau ada serangan hama dan gangguan lain, hasil panen turun hingga 50 karung.

“Petani dikejar dengan kondisi curah hujan yang tidak menentu belakangan ini. Tak ada pilihan  selain menyewa mesin untuk bisa memanen padi, meski biayanya mahal,” ujarnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement