Baru 38 Persen Pejabat Merauke Laporkan Harta Kekayaannya

Baru 38 Persen Pejabat Merauke Laporkan Harta Kekayaannya

Sekda Merauke, Drs. Daniel Pauta Ketika Membuka Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Lingkungan Pemda Merauke, Jumat (5/5)

Metro Merauke – Sekda Merauke, Daniel Pauta menyatakan, data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, hingga kini baru 38 persen pejabat di lingkup pemkab setempat yang melaporkan harta kekayaannya.

“Data di KPK, kita baru 38 persen dibandingkan Jaya Wijaya sudah 100 persen. Tetapi ada juga daerah yang baru tiga persen. Jangan melihat yang lebih rendah, mari melakukan kewajiban itu. Tidak perlu takut melaporkan kekayaan apabila diperoleh secara halal,” kata Sekda dalam Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Lingkup Pemkab Merauke, Jumat (5/5) di Aula Belafiesta.

Ia berharap, peserta sosialisasi dapat memanfaatkan kesempatan. Memahami benar pelaksanaan tugas di masing-masing satuan kerja. Apakah sesuai ketentuan atau belajar ketentuan yang bisa menjadi salah satu kategori korupsi.  Salah satunya, kewajiban pejabat, kategori wajib lapor harta kekayaan .

Menurutnya, pelaporan itu tidak hanya berlaku kepada pejabat tinggi pratama, melainkan kepada semua yang mempunyai nomor induk pegawai.

“Setelah dua tahun pensiun, masih dimintai laporan terakhir. Saya mengajak peserta mengikuti aturan yang ada, karena kebenaran belum bisa ditentukan.  Apa lagi kalau tidak pernah berusaha untuk mengikuti mekanisme yang berlaku, dapat dipastikan ada kesalahan,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu dijelaskan maksud dan bagian dari korupsi, serta cara mencegahnya. Pemateri adalah Inspektorat Merauke dan Kejaksaan Negeri Merauke.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pengguna anggaran di lingkungan Pemkab Merauke, agar terbebas dari tindakan korupsi. Entah itu disengaja atau yang tidak disengaja. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement