China dan Eropa Mau Bangun Pangkalan di Bulan

China dan Eropa Mau Bangun Pangkalan di Bulan

Rancangan seni untuk kubah Desa Bulan di salah satu kawah di Bulan | Foto: The Independent/Getty

Metro Merauke – China dan Eropa berencana membangun pangkalan di Bulan dan meluncurkan proyek-proyek luar angkasa atau antariksa lainnya dari pangkalan tersebut.

Jika ruang angkasa hendak dieksplorasi untuk tujuan damai, maka perlu “kerja sama internasional”, kata juru bicara Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA).

Terkait dengan ambisi itu, China dan Eropa mencari kerja sama untuk membangun pos terdepan manusia di Bulan, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu kemarin.

Perwakilan dari badan antariksa China dan Eropa telah mendiskusikan bagaimana berkolaborasi terkait pangkalan di Bulan dan upaya bersama lainnya, demikian kata juru bicara dan laporan media.

Proyek tersebut pertama kali diungkapkan Tian Yulong, Sekretaris Jenderal Badan Antriksa China, yang mengutarakannya kepada media pemerintah China mengenai perundingan tersebut.

Juru bicara ESA, Pal Hvistendahl, membenarkan adanya diskusi tersebut.

” China sudah memiliki program Bulan yang sangat ambisius,” kata Mr Hvistendahl.

“Antariksa telah berubah sejak lomba ruang angkasa tahun enam puluhan. Kami menyadari bahwa untuk mengeksplorasinya demi tujuan damai, kami memerlukan kerja sama internasional.”

Johann-Dietrich Wörner, Direktur Jenderal ESA yang beranggotakan 22 orang, telah menggambarkan usulan pembangunan “Desa Bulan”.

Pangkalan itu digunakan sebagai landasan peluncuran internasional yang potensial bagi misi masa depan ke Mars, kesempatan mengembangkan wisata antariksa, dan bahkan pertambangan di bulan.

China sebenarnya relatif terlambat untuk melakukan perjalanan antariksa.

Namun, China telah menggenjot programnya sejak pertama kali dimulai pada tahun 2003, lebih dari 42 tahun setelah kosmonot Soviet untuk pertama kalinya mencapai orbit .

Pekan lalu, Biro Administrasi Antariksa Nasional China ( China National Space Administration/CNSA) – badan antarika nasional China – meluncurkan pesawat antariksa tak berawak dalam sebuah misi untuk berlabuh di stasiun ruang angkasa yang saat ini tidak dihuni.

CNSA berencana meluncurkan sebuah misi untuk mengumpulkan sampel material bulan pada akhir tahun ini.

Selain itu, CNSA juga akan melakukan misi pertama lainnya ke sisi terjau bulan untuk membawa pulang mineral di bulan tahun depan.

ESA berharap untuk melakukan analisis misi pada sampel yang dibawa kembali oleh misi China tahun ini, yang dikenal sebagai Chang’e 5, kata Hvistendahl. (***)

Sumber: kompas.com
Editor: Pascal S Bin Saju

Advertisement