Guru Kontrak Meninggal, Bupati Asmat Melayat ke Rumah Duka

Guru Kontrak Meninggal, Bupati Asmat Melayat ke Rumah Duka

Bupati Asmat, Elysa Kambu Saat Tiba dan Dijemput Sesepuh Lamaholot di SP-7, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (26/4)

Metro Merauke – Bupati Asmat, Papua, Elysa Kambu melayat ke rumah duka almarhumah Maria Sabu Belen di SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (26/4).

Almarhumah adalah guru yang kontrak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asmat. Ia ditugaskan di Sekolah Dasar (SD) Bayun. Kedatangan Kambu, diterima Ketua Kerukunan Lamaholot, Paulus Hayon dan beberapa sesepuh. Ratusan warga di SP-7, menyambutnya dengan rasa haru.

Dalam sambutannya, Elysa Kambu mengatakan, ia mendengar kabar meninggalnya Maria dari Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asmat. Almarhumah meninggal di Kampung Bayun, Minggu (23/4) lantaran sakit.

Karena orang tuanya berada di Merauke, almarhumah dibawa dengan speadboat menuju Timika, Kabupaten Mimika. Selanjutnya diterbangkan dengan ke Jayapura dan ke Merauke. Almarhumah didampingi suaminya dan seorang pastor dari Keuskupan Agats.

“Saya mendapat informasi itu saat masih di Jakarta. Karena tak ada kegiatan lagi di sana, langsung terbang ke Merauke. Saya menanyakan alamat rumah orang tua sekaligus tempat almarhumah disemayamkan. Tujuannya melayat. Memberikan penguatan,” ujarnya.

Selain orang tua yang merasa kehilangan anaknya, Pemerintah Kabupaten Asmat bersama masyarakat dan anak-anak di SD Bayun kata dia, juga merasa kehilangan. Almarhumah adalah sosok guru yang telah mengabdikan diri di kampung demi anak-anak Papua.

“Terus terang, kami merasa sangat kehilangan dengan kepergian Ibu Maria Sabu Belen. Harus diakui, selama ini Asmat masih sangat kekurangan tenaga guru,” ungkapnya. (LKF/Arjuna)

Advertisement