Golkar Kritis Bukan Berarti Oposisi

Golkar Kritis Bukan Berarti Oposisi

Pembukaan Musda Golkar di Wilayah Selatan, Papua, Selasa (25/4)

Metro Merauke – Meski DPD Partai Golkar Merauke menyatakan sikap mendukung pemerintahan Merauke dibawah kepemimpinan Frederikus Gebze-Sularso hingga 2021 mendatang.

Namun, Plt Ketua DPD Golkar Papua Yorris Raweyai mengatakan, dukungan Partai Golkar diberikan melalui sikap kritis. Ini untuk menjadi penyeimbang. Bukan sebagai oposisi.

“Jangan ada pemikiran, kami menjadi oposisi karena ego dan memberikan perlawanan. Stop pikiran itu. Kewajiban kami juga untuk mengkritik jalannya pemerintahan. Tapi dengan memberikan solusi sebagai langkah alternatif, untuk menyelesaikan masalah,” katanya, ketika membuka Musda Golkar di Selatan Papua, Selasa (25/4).

Menurut Ketua Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar itu, dalam sistem demokrasi, tidak ada konsep oposisi. Namun kritik tetap diperlukan untuk mengontrol pemerintah, jika kebijakannya tidak sejalan dengan kehendak rakyat.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader Golkar Merauke, terus membangun komunikasi dan harmonisasi bersama pemerintah dan elemen masyarakat.

Di tempat yang sama, Bupati Merauke, Frederikus Gebze, sebagai pembina politik di kabupaten itu mengaku tidak alergi terhadap kritikan. Namun ia berharap, kritik dilakukan dengan elegan dan beretika.

“Saya sendiri baru belajar memimpin. Kita semua harus saling merangkul. Memikirkan pembangunan di Selatan Papua,” katanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement