PGRI Merauke: Copot Kepsek Malas

PGRI Merauke: Copot Kepsek Malas

Sekertaris PGRI Merauke, Soleman Jambormias

Metro Merauke – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Merauke, Papua menyatakan mendukung kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, meminta petunjuk bupati untuk mengganti kepala sekolah (kepsek) yang tidak aktif alias malas.

Sekertaris PGRI Merauke, Soleman Jambormias, Kamis (20/4) mengatakan, hal itu wajib. Jika perlu segera direalisasikan. Pihaknya juga sudah beberapa kali mengusulkan menggantikan para kepala sekolah yang hanya berada kota. Jarang berada di tempat tugas, khususnya mereka yang betugas di sekolah pedalaman.

“Pada dasarnya kami mendukung kebijakan yang berpihak pada pengembangan pendidikan di Kabupaten Merauke. Peran PGRI membantu guru dalam bidang kesejahteraan,” katanya.

Namun lanjut dia, itu khusus guru yang melaksanakan tugas dengan baik dan benar, sehingga siswa tidak dirugikan. Ia menyelesalkan, yang terjadi selama ini, ketika dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) cair, dana tidak dibawa ke tempat tugas. Akibatnya, berbagai ketimpangan terjadi.

“Harus segera dibenahi. Ini bertujuan agar guru maupun kepala sekolah tidak seenaknya bekerja. Hanya makan gaji buta,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah oknum kepala sekolah yang bertugas di kampung dan pedalaman Merauke diberhentikan karena tidak berada di tempat tugas selama berbulan-bulan. Bahkan ada yang sudah beberapa tahun.

Sebelum diberhentikan, pihak dinas terkait terlebih dalu memberikan teguran. Baik secara lisan maupun tertulis. Bahkan dengan surat pernyataan, Namun langkah tersebut tidak mengubah perilaku sejumlah kepala sekolah.

“Kami mendukung sepenuhnya keputusan Dinas Pendidikan Merauke. Ini sebagai pembelajaran agar kepala sekolah lainnya tidak melakukan hal serupa,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement