Pembiayaan Hambat Deportasi Empat WNA Senegal dari Merauke

Pembiayaan Hambat Deportasi Empat WNA Senegal dari Merauke

Konferensi Pers Imigrasi Klas II Merauke, Papua, Kamis (20/4)

Metro Merauke – Hingga kini, lima Warga Negara Asing (WNA) asal Senegal masih diamankan di Kantor Imigrasi Klas II Merauke, Papua.

Kelima warga Negara Senegal itu yakni Tambedou Bademba, Wade Seydou, Sow Aly, Diagne Djibril dan Diop Babacap. Mereka ditangkap petugas, Minggu (16/4), di Jalan Trans Papua, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Kelimanya ditangkap ketika akan menyeberang ke negara tetangga, Papua Nugini (PNG) melalui penyeberangan Bustop di Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel.

Empat diantara lima WNA tersebut akan dideportasi ke negara asalnya. Namun hingga kini pemulangan mereka belum terlaksana lantaran terkendala pembiayaan.

PLH Kantor Imigrasi Kelas II Merauke, Asran Siregar kepada wartawan, Kamis (20/4) mengatakan, Tambedou Bademba, Wade Seydou, Sow Aly, Diagne Djibril belum memiliki tiket dari Merauke-Jakarta. Pihak imigrasi harus menunggu hingga keempatnya memiliki tiket.

“Kami mendorong keluarga keempat WNA tersebut mengirimi uang. Negara tidak memiliki kewajiban membiayai pemulangan mereka. Kalau dalam waktu 30 hari mereka belum juga mengantongi tiket pulang, penangananya menjadi kewenangan provinsi,” katanya.

Menurutnya, meski sebanyak lima orang WNA Senagal ditangkap, namun hanya empat orang yang akan dideportasi. Seorang lainnya, Diop Babacap masih perlu menjalani pemeriksaan mendalam. Pihak imigrasi akan mencari tahu tujuan kedatangannya di Merauke membawa empat rekan senegaranya.

“Keempat WNA itu akan dideportasi karena mereka hanya korban Diop Babacap. Diob ini memiliki dua kewarganegaraan. Australia dan Senegal,” ujarnya.

Sebelumnya, kelima warga Senegal itu menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun hingga kini pihak imigrasi belum menerima hasil pemeriksaan kelimanya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement