Pilot Pesawat Kargo yang Jatuh di Papua Ditemukan Tewas

Pilot Pesawat Kargo yang Jatuh di Papua Ditemukan Tewas

Pesawat Cessna yang hilang di Papua ditemukan, pilotnya ditemukan tewas | Foto: Istimewa

Metro Merauke – Pesawat kargo maskapai Spirit Avia Sentosa (SAS) jenis Cessna Grand Caravan bernomor registrasi PK-FSO yang jatuh di tebing Bukit Anum Pegunungan Bintang Papua ditemukan dalam kondisi hancur. Kapten pilot Rio Pasaribu juga telah ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kapten pilot Rio Pasaribu | Foto: Istimewa

“Pukul 16.50 WIT tim evakuasi dari Polres Pegunungan Bintang berjumlah 8 orang melaporkan telah tiba di TKP dan menemukan kapten pilot Rio Pasaribu sudah tidak bernyawa lagi, serta tim lanjut mencari black box dan menemukan kotak warna perak yang diduga black box,” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto kepada detikcom, Kamis (13/4).

Jenazah Rio telah dimasukkan ke dalam kantong mayat. Karena kondisi cuaca yang buruk, selanjutnya tim evakuasi memutuskan mencari desa terdekat untuk meminta bantuan masyarakat setempat untuk beristirahat.

“Karena kondisi cuaca buruk, tim akan melanjutkan evakuasi besok,” imbuhnya.

Puing pesawat tersebut ditemukan oleh Kapten pilot Erik yang melakukan seeflight di Bukit Anim setelah berkeliling sebanyak 5 kali putaran pada pukul 07.30 WIT. Dari seeflight tersebut, terlihat pesawat dalam keadaan hancur di tebing Bukit Anum di ketinggian 7.100 feet di atas permukaan laut dengan koordinat S 04.47.79-E 140.39.77.

Pukul 07.20 WIT pesawat kembali ke bandara Oksibil, kemudian pukul 08.56 WIT tim berjumlah 12 orang yang terdiri dari 3 KNKT, 8 orang maskapai Spirit Avia Sentosa (SAS) dan satu orang KA Dinas Perhubungan Tanah Merah dipimpin oleh Charudin berangkat ke lokasi. Pukul 09.50 WIT dengan menggunakan pesawat AMA PK-RSE, kapten pilot Erik bersama tim gabungan berangkat melakukan seeflight yang terdiri dari 1 anggota Basarnas, 1 anggota KNKT, 1 anggota Polres, 1 anggota AirNav, 1 KA bandara, dan 1 Anggota Pamtas.

“Pukul 09.15 WIT Basarnas Jayapura dengan jumlah 11 orang tiba di Bandar Oksibil dengan pesawat Trigana, Pukul 10.45 WIT tim gabungan seeflight tiba di Bandara Oksibil melaporkan 5 kali putara dan mengambil gambar visual pesawat dalam keadaan hancur,” imbuhnya.

Selanjutnya tim yang melakukan rapat koordinasi untuk proses evakuasi tersebut, mengingat posisi pesawat yang sulit dijangkau via jalur darat, sehingga perlu menggunakan heli Airfast. Di sisi lain, tim juga perlu menyiapkan personel yang memiliki kampuan dalam evakuasi di medan yang sulit.

“Sehingga proses evakuasi jenazah baru bisa dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.50 WIT, namun karena kendala cuaca sehingga evakuasi dilanjutkan besok. Jenazahnya sudah ditemukan dan sudah dimasukkan ke dalam kantong mayat,” tuturnya. (mei/nwk)

Sumber: detik.com

Advertisement