Pemilihan KKL Ditentukan dengan Biji Jagung

Pemilihan KKL Ditentukan dengan Biji Jagung

Masyarakat Lamaholot di Balai Pertemuan SP-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring. Kabupaten Merauke, Papua

Metro Merauke – Unik, proses pemilihan Ketua Kerukunan Lamaholot (KKL) di Kabupaten Merauke, Papua yanng dilaksanakan di Satuan Pemukiman (SP)-7, Kampung Hidup Baru, Distrik Tanah Miring, Sabtu (8/4) ditentukan dengan biji jagung.

Wilayah itu dipilih sebagai lokasi pemilihan lantaran didominasi masyarakat Lamaholot dari sub tungku Solor, Lembata, Adonara, Tanjung Bunga dan beberapa  sub tungku lain. Jagung sendiri merupakan nafas hidup dan mata pencaharian masyarakat Lamaholot. Ini juga merupakan simbol Lewotana di perantauan. Tak salah jika pemilihan KKL bernuansa etnis.

Ketua Panitia Musyawarah Pemilihan KKL Kabupaten Merauke, Siprianus Muda mengatakan, sempat terjadi pro kontra dalam pertemuan panitia bersama para sesepuh Lamaholot sebelum pemilihan.

Ada yang ingin menggunakan biji jagung sebagai sarana. Ada juga yang menghendaki menggunakan sarana kertas. Namun akhirnya, disepakati memakai biji jagung.

“Sesuai mekanisme, mereka yang memilih adalah orang Lamaholot. Untuk memastikan itu, masyarakat yang datang wajib mengisi buku tamu. Nama-nama mereka akan dibacakan ketika pemilihan,” kata Siprianus.

Sebanyak lima orang calon bersaing dalam pemilihan KKL. Mereka adalah Paulus Hayon (Dosen Akuntasi Universitas Negeri Musamus), Paulus Sina (swasta), Herman Kopong (TNI AD), Gabriel Openg (TNI AD) dan Frans Kobun (wartawan). Mereka merupakan masyarakat asli Lamaholot yang tinggal di Kabupaten Merauke

Menurutnya, proses dalam pemilihan, setiap orang yang namanya dibacakan, maju ke depan. Diberikan satu biji jagung. Nantinya biji jagung itu akan dimasukkan ke dalam lima gelas yang telah disiapkan disebuh ruangan. Setiap gelas bertuliskan nama setiap calon.

“Proses pemilihan berjalan lancar. Tidak ada kendala atau protes  warga. Karena pemilihan  berlangsung demokratis. Apalagi menggunakan biji jagung yang sangat praktis,” katanya.

Dalam pemilihan itu, Paulus Hayon memperoleh suara terbanyak dengan 122 suara. Posisi kedua ditempati Paulus Sina 10 suara, Herman Kopong sembilan suara, Frans Kobun tujuh suara dan Gabriel Openg tiga suara. (LKF/Arjuna)

Advertisement