Ini Harapan untuk Ketua Kerukunan Lamahot Terpilih

Ini Harapan untuk Ketua Kerukunan Lamahot Terpilih

Ketua KKL Terpilih, Paulus Hayon Mengangkat Pedang dan Tombak Setelah Dikukuhkan Secara Adat

Metro Merauke – Sedikitnya 200-an  masyarakat Lamaholot memberikan hak suaranya dalam pemilihan Ketua Kerukunan Keluarga Lamaholot (KKL) di Satuan Pemukiman (SP)-7, Kampung Hidup Baru, Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (8/4).

Dari lima calon, Paulus Hayon keluar sebagai ketua terpilih periode 2017-2020 dengan perolehan 122 suara. Suara terbanyak berikutnya ditempati Paulus Sina dengan 10 suara, disusul Herman Kopong sembilan suara, Frans Kobun tujuh suara dan Gabriel Openg tiga suara.

Ketua panitia, Siprianus Muda kepada Metro Merauke, Sabtu (8/4), mengatakan, usai pemilihan, dilanjutkan prosesi adat yang dipimpin sesepuh Lamaholot, Ignasius Ola Beny. Ketua terpilih, Paulus Hayon dan wakilnya, Paulus Sina mengenakan atribut adat Lamaholot. Mereka diserahi parang dan tombak. Keduanya juga diwajibkan ‘mencicipi’ sirih-pinang dan arak yang telah disediakan.

“Hari ini, orang Lamaholot membuktikan suatu kebersamaan dengan melaksanakan pemilihan ketua Lamaholot. Dengan terpilihnya ketua bersama struktur kepengurusannya, diharapkan bergandengan tangan bersama. Ikut berkontribusi membangun Kabupaten Merauke,” katanya.

“Kami berharap tali persaudaraan tetap dibangun dengan baik di waktu mendatang. Inilah harapan orang Lamaholot di tanah perantauan. Dengan  ketua dan kepengurusan yang terbentuk, kami semua rapatkan barisan. Melaksanakan berbagai kegiatan bermanfaat,” ujarnya lagi.

Sementara Ketua KKL Merauke terpilih, Paulus Hayon mengatakan, dalam struktur kepengurusan sebelumnya, ia menempati posisi sekretaris.

“Kurang lebih enam tahun, wadah organisasi dijalankan. Hanya saja, tidak maksimal. Ini lantaran berbagai kesibukan ketua serta pengurus lain,” kata Paulus Heyon.

Beberapa tahun silam lanjut dia, pihaknya pernah menyelenggarakan seminar ilmiah. Seminar digagas KKL dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Hanya saja, setelah itu kegiatan tak berjalan.

“Saya juga masih melanjutkan  studi S2 lagi. Karena kegiatan tak berjalan, maka disepakati bersama menggelar pemilihan pengurus baru. Sehingga dibentuk panitia. Hari ini musyawarah pemilihan KKL sudah dilangsungkan. Saya mendapat kepercayaan masyarakat menahkodai KKL,” ujarnya.

Menurutnya, itu adalah pilihan pemilik hak suara yang hadir memberikan hak suaranya. Olehnya, ia mengajak masyarakat Lamahot merapatkan barisan. Saling berkoordinasi, menjalin komunikasi baik, agar wadah organisasi berjalan baik pula. (LKF/Arjuna)

Advertisement