Bupati Freddy Janji Tuntaskan Masalah Rawa Biru

Bupati Freddy Janji Tuntaskan Masalah Rawa Biru

Pertemuan Bupati Merauke, Papua Frederikus Gebze dengan Masyarakat di Kampung Rawa Biru, Distrik Sota

Metro Merauke – Bupati Merauke, Papua, Frederikus Gebze berjanji akan menuntaskan masalah kompensasi terhadap pemilik ulayat Rawa Biru, yang selama ini menjadi sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kabupaten itu.

Belum lama ini, masyarakat pemilik ulayat mengancam akan memalang Rawa Biru yang berada di lokasi Taman Nasional Wasur itu. Mereka menuntut pemerintah segera membayar kompensasi hak ulayat.

Sebagai tindaklanjut, Sabtu (8/4), Bupati Freddy (sapaan akrab Frederikus Gebze) bertemu masyarakat di Kampung Rawa Biru, Distrik Sota. Kata Bupati, pemerintah tetap memperhatikan hak-hak masyarakat. Ini diselaraskan dengan peningkatan pembangunan segala sektor di kampung-kampung. Pemerintah punya keinginan “melihat” masyarakat.

“Namun selama ini PDAM dipakai Penamanan Modal Asing (PMA). Ini justru menghambat pemerintah. Atas pertimbangan asas manfaat, kami telah mencabut PMA dari Merauke. PDAM kembali dikelola pemerintah. Sebelum saya turun dari jabatan bupati, masalah ini harus selesai. Ini bukan untuk alat politik, tapi ini demi harga diri orang Marind,” kata Bupati Freddy.

Ia berkomitmen, dimasa kepemimpinannya, masalah Rawa Biru dituntaskan. Tidak akan mengenyampingkan hak pemilik tanah ulayat. Katanya, pemerintah hadir untuk mensejahterakan masyarakat. Rawa Biru merupakan objek vital, sehingga negara perlu menjaganya, tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat.

Bupati setempat mengapresiasi masyarakat Distrik Sota dan Naukenjerai. Mereka tidak terpancing provokasi sekelompok orang untuk memalang Rawa Biru. Keinginan itu juga tak sepenuhnya didukung pemilik ulayat. Sebagai objek vital, Rawa Biru patut dijaga bersama masyarakat dan pemerintah.

Sebelumnya, (28/3) lalu, warga yang mengatasnamakan Tim Lintas Papua mengancam akan memalang Rawa Biru, jika pemerintah kabupaten tidak segera menyelesaikan kompensasi penggunaan Rawa Biru selama 78 tahun. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement