Faktor Ekonomi Penyebab Hutan Sagu Berganti Rupa

Faktor Ekonomi Penyebab Hutan Sagu Berganti Rupa

Ilustrasi Hutan Sagu - http://assets.kidnesia.com

Metro Merauke – Wakil Ketua Dewan Adat Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Orgenes Kaway mengatakan, kini sebagian besar hutan sagu di wilayah Kabupaten Jayapura telah berganti rupa. Pohon dan daun sagu berganti atap berbahan dasar metal bergelombang yang lazim disebut atap seng.

Dikutip tabloidjubi.com Ondoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura itu mengatakan, hal tersebut tak lepas dari faktor ekonomi dan pesatnya pembangunan. Pemilik tanah adat tak kuasa menahan perkembangan zaman.

Akibatnya mereka menjual tanah ulayat mereka yang dulunya merupakan hutan sagu disulap menjadi rumah toko (ruko) atau kawasan perumahan beratap seng.

“Siapapun dia, awalnya berteriak jangan jual tanah. Namun dengan kondisi ekonomi kini, tingkat kemahalan harga kebutuhan, kemudian dari sisi pembangunan, Papua dijadikan percontohan pembangunan wilayah Timur, ini tak bisa dibendung,” kata Orgenes Kaway, Kamis (6/4/2017).

Ia mencontohan, dulu pemilik ulayat di wilayah Doyo menyatakan tidak boleh menjual tanah. Namun lantaran pembangunan di wilayah Kabupaten Jayapura kini mengarah ke wilayah Doyo, mau tidak mau, suka tidak suka akhirnya warga menjual tanah.

Namun kata dia, tidak semua hutan sagu di Kabupaten Jayapura yang kini disulap menjadi ruko dan kawasan perumahan, sagunya bisa dimakan. Ada hutan sagu yang tepung sagunya tidak dapat dikonsumsi.

“Sagu yang bisa dimakan itu ada di tempat-tempat khusus. Misalnya di arah Pasar Baru Sentani. Itu bukan sagu yang bisa dikonsumsi. Itu sagu hutan,” ujarnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Pertanahan, Emus Gwijangge mengatakan, pemilik tanah ulayat perlu menyadari pentingnya tanah untuk masa depan generasi berikut.

“Kalau bisa jangan jual tanah. Dikontrakkan saja. Ini demi generasi berikut. Kalau tanah sudah habis dijual, bagaimana dengan generasi Papua kedepan,” kata Emus. (*)

Advertisement