Kerajinan Tangan Orang PNG Dijual di Perbatasan RI-PNG

Kerajinan Tangan Orang PNG Dijual di Perbatasan RI-PNG

Noken yang dijual di Sota, perbatasan RI-PNG

Metro Merauke – Noken berukuran kecil, sedang dan besar yang dijual di sekitar tugu perbatasan RI-PNG di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua merupakan kerajinan tangan warga Negara Papua Nugini (PNG).

Vika Wanda, salah seorang penjual noken kepada Metro Merauke, Sabtu (1/4) mengatakan, bahan dasar pembuatan noken  yakni kulit kayu dan anggrek. Aksesoris tas berupa bulu Burung Kasuwari, semua itu dipesan dari Negara PNG.

Khusus Bulu Kasuwari, biasa dijual Rp50 ribu per ikat oleh warga PNG yang datang di Sota. Sedangkan, kulit kayu maupun anggrek, biaya disesuaikan dengan jumlah noken yang dipesan.

“Memang ada orang Sota mampu menganyam noken. Hanya saja tak bisa memasang bulu Kasuwari di bagian luar tas. Terpaksa kami kerjasama dengan beberapa warga dari PNG,” katanya.

Selama ini, pembayaran dilakukan terlebih dahulu sebelum noken dibuat. Termasuk mempersiapkan bahan makanan berupa beras, rokok dan gula pasir untuk dibawa pulang. Katanya, itu paling utama, karena jika mereka (warga PNG) tak dijamin dengan baik, pekerjaan akan terhambat.

Menurutnya, ia serinng memesan noken hingga sebanyak 50 buah. Ini karena permintaan pembeli. Proses pembuatan, memakan waktu beberapa pekan. Ini karena kulit kayu yang hendak digunakan, harus direndam terlebih dahulu selama sepekan.

Wanda mengaku penghasilannya tak menentu dalam sehari. Tetapi, kalau banyak pengunjung, bisa mencapai Rp2 juta.  Harga jual noken bervariasi. Mulai Rp50 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp 250 ribu. (LKF/Arjuna)

Advertisement