Musrenbang Otsus Berbasis Wilayah Adat Dibuka

Musrenbang Otsus Berbasis Wilayah Adat Dibuka

Peserta Musrembang Otsus Berbasis Wilayah Adat Provinsi Papua (Mapta-Ha Anim) di Tiras Merauke, Kamis (29/3)

Metro Merauke – Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) berbasis wilayah adat di Provinsi Papua tahun ini diselenggarakan di tiga lokasi yakni Kabupaten Merauke, Jayawijaya dan Biak Numfor. Mursenbang rencananya dilangsungkan, 30-31 Maret. Pembukaan dilakukan, Kamis (30/3).

Di Merauke, yang merupakan wilayah adat Mamta-Amin Ha, musrenbang dibuka Bupati Merauke, Frederikus Genze mewakili Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Dalam sambutannya, Frederikus Gebze yang membacakan sambutan Gubernur Papua mengatakan, Otsus merupakan terobosan baru dalam upaya memenuhi hak orang asli Papua yang sudah berlangsung sejak 2002-2017.

Tujuannya, menyelaraskan usulan rencana program dan meninjau pemanfaatan sebelumnya. Secara akumulatif, penerimaan dana Otsus Pemerintah Provinsi Papua sejak 2002-2017 mencapai Rp59,51 triliun.

“Nominal tersebut dibagi kepada 29 kabupaten dan satu kota. Namun, secara keseluruhan pendapatan perkapita masyarakat asli Papua periode 2010-2016 sangat lambat. Hanya mencapai 1,50 persen per tahun,” kata Frederikus Gebze ketika pembukaan musrenbang di Aula Itese Merauke.

Katanya, angka pendapatan tersebut merupakan variabel yang sangat jauh dari indikator pencapaian. Tingkat kepatuhan kabupaten/kota dalam memanfaatkan dana Otsus dinilai cukup baik. Namun partisipasi masyarakat asli dalam pemanfaatan dana Otsus belum optimal.

“Rata-rata dana Otsus kabupaten/kota untuk pendidikan mencapai 27,21 persen, kesehatan 20,35 persen, infrastruktur 22,93 persen dan ekonomi kerakyatan 16,93 persen. Kalau dirata-ratakan baru 50 persen penggunaan dana Otsus di Papua,” ujarnya.

Kinerja pelaksanaan Otsus 2016 belum optimal karena target rata-rata sampai bulan November 2016 baru mencapai 64,90 persen.

Pembukaan kegiatan musrenbang Otsus di Kabupaten Merauke selain dihadiri bupati, juga pimpinan SKPD, LMA, pimpinan OPD dari dua wilayah adat, Pimpinan TNI/Polri dan narasumber. Kegiatan ditutup dengan pemukulan tifa oleh Bupati Merauke.(Getrudis/Arjuna)

Advertisement