Hujan Es Ekstrem dari Arab Saudi hingga Papua

Hujan Es Ekstrem dari Arab Saudi hingga Papua

Hujan es di Sukabumi | Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom

Metro Merauke – Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya baru saja diguyur hujan es kemarin sore. Fenomena alam itu terjadi dalam beberapa jam. BMKG menjelaskan bahwa fenomena alam ini sebetulnya biasa terjadi menjelang perubahan musim atau pancaroba. Salah satu cirinya adalah pada siang hari panas terasa terik sebelum hujan es mengguyur.

Hujan deras disertai angin dan petir pun mengiringi turunnya es atau kristal air ke bumi. Sejumlah pohon di Jakarta pun tumbang akibat tertiup angin. Rupanya hujan es tak hanya terjadi di Jakarta. Hujan es tercatat pernah terjadi di Cimahi, Bandung, Sukabumi, hingga Aceh.

Di beberapa wilayah juga pernah terjadi dan bahkan sampai berhari-hari. Beberapa fenomena hujan es yang menonjol terjadi pada 2015. Di mana sajakah itu? Tiga kampung di Kabupaten Puncak, Papua, dilanda hujan es selama sebulan pada Juni-Juli 2015. Ketiga desa itu adalah Kampung Agamdugume, Tuput, dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua.

Siklus hujan es di sejumlah kabupaten yang terletak di pegunungan tengah Papua memang biasa terjadi pada Juni-Juli. Namun, pada saat itu, durasi hujan es terbilang lama sehingga menyebabkan warga gagal panen hingga matinya ternak. Pemerintah pusat kemudian memberikan 50 ton bantuan kepada warga terdampak. Namun, karena kendala cuaca, bantuan tersebut datang agak terlambat.

Hujan es kemudian disusul badai pasir. Tak lama setelah itu, terjadi peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram akibat tertiup angin. Pesawat Delta Flight dengan rute Boston-Utah, Ameriksa Serikat, harus mendarat darurat di Denver akibat cuaca buruk. Pesawat Delta Flight jenis Airbus A320 itu terlihat sedikit rusak di bagian depan akibat diterpa hujan es.

Dilansir CNN, Minggu (9/8/2015) lalu, pesawat tersebut mendarat darurat sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Pesawat itu terlihat rusak di bagian depan, termasuk di kaca kokpit. “Hujan es menghantam pesawat dan merusak kerucut depan serta kaca depannya retak,” ujar juru bicara FAA Ian McGregor.

Es-es berukuran kacang pilus turun menyertai hujan deras yang mengguyur Kota Mekah, Jumat, 11 September 2015. Hujan yang disertai angin kencang mulai turun sekitar pukul 17.10 waktu Arab Saudi. Angin yang bertiup sungguh kencang, bahkan pintu luar kantor Daker Mekah akhirnya dikunci karena terbuka sendiri oleh embusan angin. Gemuruh dan kilatan petir juga menghiasi langit di Mekah.

Hingga setengah jam berlalu, hujan deras yang disertai angin kencang masih berlangsung. Genangan air juga mulai bermunculan di pinggir-pinggir jalan Kota Mekah. Jemaah haji Indonesia kemudian diungsikan ke Terminal Bus Syub Amir. “Banyak jemaah yang disuruh masuk ke dalam bus dan kontainer,” tutur anggota Tim Media Center Haji (MCH) 2015 yang berada di lokasi saat itu.

Hujan es kemudian disusul badai pasir. Tak lama setelah itu, terjadi peristiwa jatuhnya crane di Masjidil Haram akibat tertiup angin. (bag/fdu)

Sumber: detik.com

Advertisement