Didor, Guru Patah Tulang, Keluarga Sesalkan Tindakan Oknum TNI

Didor, Guru Patah Tulang, Keluarga Sesalkan Tindakan Oknum TNI

Keluarga Rahmat, Korban Penembakan Oknum TNI Ketika Berada di RSUD Merauke, Papua

Metro Merauke – Keluarga Rahmat A.Sitompul, oknum guru Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua yang menjadi korban penembakan oknum TNI bernisial D, di Bapul, Minggu (26/3) pukul sekira pukul 20:15 WIT tidak terima dengan kejadian itu.

Keluarga menyesalkan insiden yang membuat korban mengalami luka serius di kedua kakinya. Mengakibatkan korban harus dirawat intensif di ruang operasi RSUD Merauke, Selasa (28/3). Apalagi dari hasil rontgen menyebut kaki korban mengalami patah tulang.

Erna Hutagalung, istri Rahmat, didampingi kerabatnya terus menangis menemani suaminya menjalani perawatan. Ia baru mengetahui kejadian tersebut dari saudaranya di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

“Saya tidak tahu apa salah suami saya, sampai ditembak oknum TNI, sehingga mengalami luka serius. Muka suami saya memar. Matanya bengkak, seperti selesai dianiaya,” kata Erna kepada wartawan, Selasa (28/3).

Katanya, ia tidak tahu pasti apa yang dilakukan suaminya di Bupul, Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebelum kejadian, Rahmat pamit akan berangkat dari Tanah Merah ke Distrik Okaba untuk menemui keluarganya.

Di tempat yang sama, M Ali Sitompul, adik korban menyayangkan penembakan yang dilakukan oknum TNI itu. Ia tidak yakin, Rahmat melakukan pemalakan dan pembacokan, sehingga harus dilumpuhkan dengan timah panas.

“Kami tidak percaya. Kaka saya memiliki riwayat sakit malaria tropika. Ketika sakitnya kambuh, ada kalanya kaka saya bertindak diluar kendali. Namun tidak sampai berulah yang dapat mengancam keselamatan orang lain,” kata Ali.

Hingga kini keluarga korban belum memikirkan langkah selanjutnya. Apakah akan membawa kasus itu ke rahan hukum. Katanya, yang terpenting, nyawa Rahmat, ayah satu anak itu selamat dan dapat  beraktifitas kembali sebagai guru. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement