Predator Anak Berkedok Artis Beraksi di Aplikasi Karaoke “Musical.ly”

Predator Anak Berkedok Artis Beraksi di Aplikasi Karaoke “Musical.ly”

Ilustrasi | Foto: Shutterstock

Metro Merauke – Seorang anak perempuan berusia 8 tahun menjadi sasaran pelecehan seksual di internet, tepatnya via layanan karaoke online Musical.ly. Untungnya sang ibu berada di dekat gadis kecil itu ketika kejadian berlangsung pada Senin sore pekan ini. Alicia (ibu) sedang bersantai bersama Charli (anak perempuan) di rumah mereka yang terletak di Melbourne, Australia. Tiba-tiba ada notifikasi pesan yang masuk di iPad Charli.

Pesan itu tak lain dari akun Musical.ly bernama ‘The Real Justin Bieber’. Alicia pun bertanya kepada sang anak ihwal identitas si pengirim pesan yang mengaku sebagai penyanyi papan atas Justin Bieber. Charli yang polos mengaku tak tahu-menahu. Mereka pun sepakat membaca bersama-sama pesan dari sosok maya tersebut.

“Pesan pertamanya berisi pertanyaa ‘siapa yang mau memenangkan video-call 5 menit bersama saya (Bieber)?’,” Alicia mencontohkan, sebagaimana dilaporkan NewsAustralia, dan dihimpun KompasTekno, Minggu (26/3). Ia dan sang buah hati mula-mula tak menaruh curiga. Alicia mengira akun itu merupakan admin resmi Justin Bieber untuk menyapa para fans agar lebih dekat.

Namun, pesan selanjutnya langsung membuyarkan persepsi positif Alicia. The Real Justin Bieber melontarkan pesan tak senonoh layaknya predator seksual. “Kau cuma perlu mengirimkan saya foto telanjangmu atau alat kelaminmu,” begitu pesan yang tercantum. “Banyak gadis yang mengirimkan saya foto demikian dan saya tak akan memberi tahu orang bahwa kamu juga mengirimnya,” kata sang predator seksual lebih lanjut.

Pelecehan seksual berformat teks dari pengguna Musical.ly | Foto: Alicia

Alicia sontak kaget sekaligus terpukul dengan perlakuan yang diterima sang anak. Meski begitu, ia juga sedikit bersyukur karena kala itu sedang bersama Charli.
“Yang membuat saya sedih adalah banyak anak-anak yang mungkin menerima pesan ini tanpa didampingi orang tua. Lalu mereka memutuskan menuruti perkataan sang predator. Ini mungkin saja terjadi,” Alicia menuturkan.

Ia segera mengambil iPad Charli dan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan pelecehan tersebut. Polisi berjanji akan membantu, namun juga memberi tahu Alicia bahwa penelusuran identitas pelaku akan sulit dilakukan. “Polisi mengatakan sang pelaku bisa saja berada di belahan dunia lain dan susah terlacak,” kata Alicia.

Musical.ly sendiri merupakan layanan yang populer di kalangan anak kecil hingga remaja di bawah 21 tahun. Didirikan pertama kali pada 2014, pengguna aktif Musically sudah tembus 50 juta orang. Alicia sendiri adalah salah satu orang tua yang memilih mengizinkan sang anak untuk bermain Musical.ly. Menurut penuturannya, orang tua anak-anak di sekolah Charli sudah banyak yang memblokir akses Musical.ly untuk anak mereka karena rentan dijadikan ladang pelecehan seksual oleh para predator.

“Saya sebelumnya berpikir bahwa saya akan sangat jahat sebagai ibu jika tak mengizinkan putri saya bermain Musical.ly,” ia menjelaskan. “Jadi saya dan Charli buat kesepakatan. Akun Musically-nya menggunakan e-mail saya dan foto profilnya adalah foto kami berdua,” Alicia menambahkan.

Namun, strategi itu nyatanya tak berhasil menghalangi para predator seksual online untuk menyasar Charli. Alicia pun mengatakan akan lebih ketat dalam mendampingi anaknya berselancar online. Kejadian ini memberikan pelajaran bagi kita semua untuk berhati-hati dengan internet. Di satu sisi, internet adalah jendela informasi dunia, namun di sisi lain juga bisa membawa bahaya utamanya bagi anak kecil yang belum mengerti banyak hal. “Menakutkan sekali dunia sekarang ini,” ujar Alicia. (Fatimah Kartini Bohang)

Sumber: Kompas Tekno

Advertisement