Sibuk Mengumbar Aib Orang Lain Bikin Kita Lupa Memperbaiki Diri

Sibuk Mengumbar Aib Orang Lain Bikin Kita Lupa Memperbaiki Diri

Foto: copyright unsplash.com

Metro Merauke“Eh, tahu nggak dia tuh habis diputusin lho. Makanya dia jadi stres kayak gitu.”
“Ya panteslah kelakuannya kayak gitu, orang tuanya kan baru cerai.”
“Sok-sokan selfie dia, dulu pas sebelum operasi plastik dia kan jelek banget.”

Mengumbar aib orang lain, hm… rasanya kita semua pernah melakukannya. Apalagi jika ada orang lain yang kelakuan atau tindakannya terlihat lebih buruk dari kita, kita jadi merasa makin leluasa menghakiminya karena kita merasa yang paling “bersih”. Tapi jangan sampai deh kita jadi terlalu sibuk mengumbar aib orang lain dan malah lupa untuk bercermin.

Nggak bisa dipungkiri kadang kita begitu egois. Tak memikirkan perasaan orang lain dan kita seenaknya sendiri mengumbar keburukan atau kelemahan orang lain. Sampai kita jadi lupa untuk memperbaiki diri sendiri.

Kita Punya Hidup Kita Sendiri
Kita membenci orang lain, kita sendiri yang akan merasakan kepedihannya. Kita mengumbar keburukan orang lain, itu seolah membuat kita jadi menelanjangi diri sendiri. Selalu ada pilihan dan jalan yang bisa kita ambil. Masing-masing orang punya hidupnya sendiri. Alangkah baiknya jika kita lebih fokus memperbaiki diri sendiri daripada mengumbar keburukan orang lain yang belum tentu dirinya lebih buruk dari kita.

Foto: copyright purelovequotes.com

Kita Tak Pernah Tahu Rahasia dan Kisah yang Sebenarnya
Mudah sekali kita menghakimi orang lain. Padahal belum tentu kita tahu keseluruhan kisah dan rahasia yang disembunyikan. Kita mengumbar hal yang seolah yang paling benar. Tapi bisa jadi itu sebenarnya luka yang ingin disembunyikan dalam-dalam olehnya. Dan kita malah membuat luka itu makin dalam karena menyebarkannya sembarangan.

Hidupmu Terlalu Berharga untuk Dihabiskan Membenci Seseorang
Sering kita mencari pembenaran dari setiap tindakan dan perilaku kita. Seperti kita merasa berhak mengumbar keburukan seseorang karena orang tersebut telah melukai kita. Kita merasa berhak menghancurkan hidup seseorang karena ia pernah menjatuhkan kita. Tapi kalau kita menghancurkannya, apa bedanya kita dengan dirinya? Hidup ini terlalu berharga kalau cuma dihabiskan untuk membenci seseorang.

Foto: copyright nichequotes.com

Luangkan Waktu Sejenak untuk Bercermin
Saatnya untuk meluangkan waktu sejenak, Ladies. Kembali kita bercermin. Sebelum mengumbar keburukan orang lain, kita perlu ingat bahwa diri kita juga memiliki banyak keburukan dan kelemahan. Memangnya siapa diri kita yang mengaku-ngaku berhak menjatuhkan orang lain?

Bukan bermaksud menggurui, tapi yuk kita sama-sama berusaha terus memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu. Kita tak pernah tahu perubahan dan nasib seseorang ke depannya. Bisa jadi orang yang kita anggap buruk saat ini akan berubah menjadi orang yang jauh lebih baik dari siapapun. Stay positive, think positive! (vem/nda)

Sumber: vemale.com

Advertisement