Dana BOS SDN Wetau Dipakai Sewa Speadboat

Dana BOS SDN Wetau Dipakai Sewa Speadboat

Ilustrasi Spead boat yang Biasa Disewa ke Distrik Waan, Merauke, Papua

Metro Merauke – Kepala Sekolah Dasar Negeri Wetau, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua, Wilhelmus Rahailyaan mengaku, pihaknya menggunakan sebagian kecil dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menyewa speedboat memuat tenaga pendidik ke tempat tugas. Ini terpaksa dilakukan lantaran gaji guru tak mencukupi.

Kepada Metro Merauke Jumat (17/3) ia mengatakan, sekali jalan, biaya sewa (carter) speadboat  ke Kampung Wetau berkisar Rp13 juta. Ketika akan kembali dari tempat tugas, ia dan para guru kembali harus menyewa speedboat dengan nominal yang sama.

“Gaji saya sebagai kepala sekolah tiap bulan hanya Rp5 juta. Saya tidak bisa berharap banyak dari empat guru lain, karena status mereka adalah guru kontrak,” katanya.

Pada 2016 lalu, dana BOS di SDN Wetau senilai Rp62 juta. Setengah dari itu telah diambil untuk dipergunakan membeli berbagai keperluan. Sisanya masih tersimpan dalam rekening sekolah.

“Saya akan cairkan dalam waktu dekat untuk kembali ke tempat tugas. Dana BOS tidak hanya sewa speadboat, tetapi kami lebih mengutamakan untuk membeli kebutuhan siswa. Misalnya pakaian seragam, sepatu, alat tulis, hingga kebutuhan makan-minum,” ujarnya.

Katanya, ia harus mengambil kebijakan, tidak membagikan dana itu langsung kepada siswa karena khawatir disalahgunakan. Tidak dipakai sesuai peruntukannya.

“Jika dibagikan dan dibawa pulang, sudah pasti tak digunakan membeli seragam maupun alat tulis. Tetapi dimanfaatkan orang tuanya belanja kebutuhan lain,” katanya.

Data 2017 menyebut, jumlah siswa SDN Wetau berkisar 100 orang lebih. Tahun sebelumnya berkisar 200 siswa. Menurunnya jumlah siswa diduga lantaran orang tua mereka membawa siswa ke hutan dan sungai mencari kebutuhan hidup. Akibatnya, sebagian besar siswa sudah tidak bersekolah. (LKF/Arjuna)

Advertisement