Penggunaan Dana Sosial Melenceng, Ini Usulan LMA Merauke

Penggunaan Dana Sosial Melenceng, Ini Usulan LMA Merauke

Ketua LMA Kabupaten Merauke, Ingasius Ndiken dan Konseptor Lembaga Jaminan Sosial yang juga Anggota LMA, Pieter Ndiken

Metro Merauke – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Papua mengusulkan pemerintah setempat membentuk Lembaga Jaminan Sosial, khusus di Merauke.

Usulan ini mencuat lantaran LMA Merauke menilai, penggunaan dan pendistribusian dana sosial di Papua selama tidak tepat sasaran. Padahal jaminan sosial melekat kepada setiap warga negara. Ini sesuai UU Pasal 28 i yang menyebut perlindungan, penegakan, pemenuhan HAM adalah tanggungjawab pemerintah.

“Kalau lembaga sosial ini tidak dijalankan, masyarakat di Papua tidak pernah berhenti berseru merdeka. Kenapa, dalam UUD pasal 28 h, setiap warga negara berhak atas jaminan sosial. Tertera pula dalam UU nomor 23 tahun 2014, menjadi kewajiban pemerintah tentang pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial,” kata Ketua LMA Merauke, Ignasius Ndiken didampingi konseptor Lembaga Jaminan Sosial yang juga angggota LMA Merauke, Pieter Ndiken, Kamis (16/3).

Menurutnya, tidak ada alasan pemerintah daerah menolak usulan pembentukan Lembaga Jaminan Sosial. Pihaknya telah mengantongi rekomendasi dari Kemenpolhukam RI sejak, 31 Januari 2013 yang diteruskan kepada Bupati Merauke.

“Kenapa ini tidak ditindaklanjuti. Sesuai sumpah jabatan, Pemerintah harus menjawab aspirasi rakyat. Kalau tidak dijawab, berarti melanggar undang-undang dan sumpah jabatan,” ujarnya.

Ia mengakui, Bupati Merauke, Frederikus Gebze telah memberikan disposisi pelaksanaan sosialisasi Lembaga Jaminan Sosial di Merauke. Namun untuk memperkuatnya, harus ada tindak lanjut dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

“Tujuan kami membantu pemerintah. Menjadi mitra pemerintah untuk menjawab persoalan rakyat. Kami sudah memaparkan tujuan dibentuknya Lembaga Jaminan Sosial di Papua, dari tingkat pusat sampai daerah. Kepada pemerintah maupun DPRD Merauke dan Uskup Agung Merauke Mgr. Nicholaus Adi Saputra, MSC,” katanya. (Getrudis/Arjuna)

Advertisement