Parlemen Merauke Harus Diisi 50 Persen Orang Marind

Parlemen Merauke Harus Diisi 50 Persen Orang Marind

Demo di Halaman Gedung DPRD Merauke

Metro Merauke – Yoseph Kanda Mahuze, salah seorang tokoh intelektual suku Marind, Kabupaten Merauke, Papua ingin kuota anggota DPRD setempat pada 2019 mendatang diisi 50 persen putra/putri Marind.

Hal itu dikatakan Yosep ketika berorasi dalam demonstrasi damai di halaman Gedung DPRD Merauke, Rabu (15/3).

“Ini harus didengar baik oleh dewan sekarang dan ditindaklanjuti. Kini, dari 25 orang anggota DPRD Merauke, hanya empat orang anak asli Papua,” kata Yosep.

Padahal kata dia, banyak orang Marind memiliki kemampuan. Pendidikannya juga mendukung. Katanya, jika kondisinya seperti ini, untuk apa orang tua menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Setelah selesai kuliah, tidak mendapat pekerjaan.

“Selain itu, Dana Otonomi Khusus (Otsus) sama sekali tak dinikmati orang asli Papua. Padahal, nilanya miliaran rupiah. Untuk Kabupaten Merauke, Dana Otsus mencapai Rp138 miliar. Tapi tidak pernah diterima orang Papua,” ujarnya.

Masyarakat Papua, katanya, dari tahun ke tahun, tidak pernah mengalami perubahan. Dana Otsus tak mereka nikmati. (LKF/Arjuna)

Advertisement