Sejumlah Distrik di Merauke Tak Mampu Tebus Rastra

Sejumlah Distrik di Merauke Tak Mampu Tebus Rastra

Sekretaris Daerah Kabupaten Merauke, Papua, Daniel Pauta

Metro Merauke – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke, Papua, Daniel Pauta menyatakan, dari 20 distrik yang ada di kabupaten itu, sejumlah distrik diantaranya tak mampu menebus beras sejahtera (rastra) atau yang dulunya disebut beras miskin (raskin).

Ia mengatakan, kondisi itu terjadi pada 2016 lalu. Beberapa distrik tak mampu menebus rastra ketika itu. Ini disebabkan, keterbatasan daya beli masyarakat. Sementara pemerintah kabupaten tidak mengalokasikan dana talangan untuk menebus rastra.

“Kalau ditalangi pemerintah kabupaten, akan menimbulkan kecemburuan dari kampung atau distrik lain,” kata Sekda Daniel Pauta kepada Metro Merauke, Selasa (14/3).

Ia berharap, masyarakat dapat terdorong menebus jatah beras bersubsidi yang disalurkan pemerintah. Karena sasaran program rastra, menekan beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dalam sebulan, setiap KPM mendapat jatah beras bersubsidi 15 kg dengan harga Rp. 1.600/kg netto di titik distribusi.

Untuk tahun ini, penyalurkan jatah rastra masyarakat 20 distrik di Kabupaten Merauke belum dapat terlaksana. Pemerintah setempat masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur mengenai pagu rastra tahun ini.

“Nanti dari SK Gubernur, akan ditindaklanjuti dengan SK Bupati mengenai data penerima manfaat di kampung. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah mengurangi beban pengeluaran keluarga tidak mampu,” ujarnya.

Untuk itu diharapkan, penyalurannya tepat sasaran. Masyarakat juga didorong agar dapat menebus beras bersubsidi guna memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement