Jerry Omona: Warga Jangan Terpancing Demo di Merauke

Jerry Omona: Warga Jangan Terpancing Demo di Merauke

Ketua Tim Freddy-Sularso (FRESS) Kabupaten Merauke, Papua, Jerry Omona.

Metro Merauke – Ketua Tim Freddy-Sularso (FRESS) Kabupaten Merauke, Papua, Jerry Omona, meminta masyarakat Bumi Anim Ha, tidak terpancing dengan kabar akan digelarnya unjuk rasa ribuan orang di Merauke, Rabu (15/3).

Unjuk rasa yang dilakukan oleh Kelompok Pemerhati Rakyat Merauke itu bertujuan untuk menyampaikan bukti-bukti dugaan adanya praktek penyelenggaraan yang melanggar ketentuan perundang-undangan tata pemerintahan yang berlaku sehingga merugikan masyarakat.

“Jangan terpancing, saya berharap masyarakat lebih bijak menyikapi rencana demo besok (hari ini),” kata Jerry Omona, Selasa (14/3).

Menurut dia, demonstrasi itu hanyalah upaya orang perorang untuk membuat gaduh serta memperkeruh situasi damai di Merauke. “Ada banyak model menyelesaikan masalah dengan cara yang elegan, tidak harus berdemo, saling mempengaruhi atau saling menjatuhkan,” ujarnya.

Jerry memandang, unjuk rasa hari ini terkesan dipolitisir. “Yang melakukannya adalah mereka yang dulunya bekerja mengangkat kepala daerah saat ini, mengapa belum satu tahun, sudah ada keinginan menurunkannya, ini aneh,” katanya.

Ia menduga, demonstrasi tersebut diselipi kepentingan pribadi atau golongan, bukan mengatasnamakan rakyat. “Kita buka bukaan saja, apa tujuan demo itu. Saya menduga, tidak semua massa itu murni mendukung demo, mungkin saja mereka dimobilisasi.”

Sebelumnya, Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengingatkan masyarakatnya tidak gampang terprovokasi dengan berbagai isu yang dapat mengancam keamanan dan persaudaraan di wilayah paling timur Indonesia itu.

Bagi Bupati Freddy, aksi yang akan dilakukan itu untuk menggoyahkan posisinya sebagai Bupati Merauke.

Katanya, meski menyampaikan aspirasi di muka umum dijamin undang-undang, namun ia berharap ada dasar yang jelas dari demo tersebut. Jangan sampai masyarakat melakukan hal-hal yang menimbulkan ketidaknyamanan.

“Masih ada jalur komunikasi lain yang dapat ditempuh demi menghasilkan keputusan yang lebih baik. Sepanjang masih bisa dikomunikasikan, tidak perlu demo,” kata Freddy Gebze.

Freddy Gebze tak menampik, masih banyak kekurangan dalam berbagai hal selama setahun kepemimpinannya. Namun kata dia, kini ia dan jajarannya sedang berupaya melakukan perubahan.

“Kecuali dalam setahun kami tidak melakukan apa-apa. Untuk menghasilkan perubahan dan pembangunan, tidak dapat dilakukan dengan instan. Butuh proses dan tahapan,” ujarnya.
Menurutnya, mustahil seorang pemimpin bisa membuat perubahan dalam sekejab. Itu justru akan menimbulkan masalah. Namun jika dilakukan perencanaan matang, akan terlaksana dengan baik.

Kepemimpinannya bersama wakilnya Sularso akan berakhir 2021 mendatang. Setelah itu kata dia, masyarakat boleh menilai. Apakah pihaknya masih layak memimpin pemerintahan di kabupaten itu lima tahun berikut atau tidak.

“Saya berharap, masyarakat Merauke tetap bersatu dan mendukung pemerintahan demi pembangunan. Jangan mementingkan kepentingan pribadi. Kepentingan tertentu yang dapat mengganggu pemerintahan. Seluruh perangkat harus bersatu dan melakukan cara elegan,” katanya.

“Negeri ini harus dibangun bersama masyarakat. Kita tidak bisa memaksakan kehendak dan kepentingan pribadi. Melainkan mengutamakan kepentingan bersama. Dengan begitu, pembangunan dari kampung ke kabupaten dapat berjalan baik,” imbuhnya. (Nuryani/Arjuna)

Advertisement