Analis: Kondisi Ekonomi RI Tahun Ini Diprediksi Mirip dengan 2016

Analis: Kondisi Ekonomi RI Tahun Ini Diprediksi Mirip dengan 2016

Capital Market Update Sucorinvest Asset Management di Spazio, Surabaya, Selasa (14/3) | Foto: kompas.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN

Metro Merauke – Perlambatan perekonomian global pada tahun 2016 berimbas kepada kondisi ekonomi di Indonesia. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,02 persen secara tahunan (year on year/yoy). Lalu, bagaimana proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 ini? Direktur Investasi PT Sucorinvest Asset Management Indonesia Jemmy Paul Wawointana menyatakan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 akan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen.

“Ekonom kami memperkirakan di kisaran 5,1 sampai 5,3 persen,” kata Jemmy pada acara Capital Market Update Sucorinvest Asset Management di Spazio Surabaya, Selasa (14/3). Dalam kesempatan yang sama, Investment Analyst Sucorinvest Asset Management Billy Budiman mengungkapkan, pada awal tahun, kondisi makroekonomi Indonesia cenderung melambat.

Salah satu hal yang menjadi indikator adalah melambatnya penjualan ritel. Ia memberi contoh, penjualan pada perusahaan ritel busana untuk kalangan menengah ke bawah cenderung turun.

Satu hal yang menjadi alasan adalah faktor cuaca lantaran seringnya hujan sehingga keinginan untuk berbelanja juga menjadi turun. Namun demikian, hal ini justru tidak terjadi pada peritel peralatan rumah tangga yang pangsa pasarnya adalah masyarakat menengah ke atas. Sehingga, kata Billy, hal ini menjadi gambaran umum betapa bervariasinya kondisi pada awal tahun.

“Kondisi yang middle up (menengah ke atas) akan pulih setelah periode tax amnesty. Namun, yang menengah ke bawah bisa turun karena tarif listrik naik,” ujar Billy. Billy pun menyatakan, secara umum kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2017 tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2016. Sehingga, sektor-sektor yang menjadi andalan adalah sektor yang digenjot oleh pemerintah.

Menurut dia, sektor tersebut antara lain komoditas sejalan dengan menggeliatnya harga komoditas dan infrastruktur yang akan digenjot oleh pemerintah. “Tahun ini fokus ke komoditas dan sektor-sektor yang akan digenjot oleh pemerintah yakni infrastruktur,” jelas Billy. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Sumber: kompas.com

Advertisement