Terpidana Seumur Hidup Asal Papua Menunggu Grasi Presiden

Terpidana Seumur Hidup Asal Papua Menunggu Grasi Presiden

Antonius Uwamang - alamy.com

Metro Merauke – Terpidana seumur hidup asal Mimika, Papua, Antonius Uwamang yang telah menjalani hukuman selama hampir 12 tahun di Lapas Cipinang Jakarta, kini menunggu grasi atau pengurangan hukuman dari Presiden Jokowi.

Anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Wilhelmus Pigai mengatakan, berkas permohonan grasi Uwamang telah sampai di meja Presiden Jokowi.

Menurut legislator Papua dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya itu, informasi berkas grasi Uwamang, disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno.

“Beberapa waktu lalu, saya bertemu Mensesneg. Beliau menyampaikan surat permohonan grasi sudah di meja Presiden Jokowi,” kata Wilhelmus Pigai, pihak yang selama ini mengurus grasi Uwamang seperti dikutip dari tabloidjubi.com.

Ia berharap, Presiden Jokowi mengabulkan permohonan grasi Uwamang. Memberikan pengurangan hukuman, dari terpidana seumur hidup menjadi terpidana sementara.

Apakah nanti permohonan grasi Antonius Uwamang disetujui Presiden Jokowi atau tidak kata Pigai, merupakan hak prerogatif presiden dengan pertimbangan Mahkamah Agung (MA).

“Saya harap jangan dilihat dari apa yang dilakukan Anton. Tapi lihat dari sisi kemanusiaannya. Anton juga adalah warga negara. Punya hak yang sama seperti warga negara lainnya,” katanya.

Antonius Uwamang divonis penjara seumur hidup dalam kasus penyerangan konvoi kendaraan karyawan PT Freeport Indonesia, 21 Agustus 2002. Penyerangan itu menewaskan warga Amerika, Ricky Lynn Spier (44 tahun), Leon Edwin Burgon (71) dan warga Indonesia, Bambang Riwanto.

Juli 2004, Mabes Polri menetapkan Antonius Uwamang sebagai tersangka. Uwamang bersama beberapa rekannya ditangkap di Hotel Amole II, Kwamki Lama, Mimika, 11 Januari 2006 sekira pukul 23:05 WIT.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta, 13 Oktober 2006, Wamang bersama enam rekannya dinyatakan bersalah. Hakim menilai, perbuatan Antonius Uwamang tergolong kejahatan pelanggaran HAM berat. Uwamang divonis penjara seumur hidup.

Dua rekan Uwamang, Yulianus Deikme dan Agustinus Anggaibak dituntut 15 tahun penjara. Yairus Kiwak, Pendeta Ishak Onawame, Esau Onawame dan Hardi Sugumol dituntut hukuman delapan tahun penjara. (*)

Advertisement