Oknum Staf Sekretariat KPUD Jayapura Diduga Otak C1 Foto Copy

Oknum Staf Sekretariat KPUD Jayapura Diduga Otak C1 Foto Copy

Natan Pahabol, Anggota Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Jayapura Nomor Urut 1, Yanni-Zadrak Afasedanya (YaZa)

Metro Merauke – Natan Pahabol, anggota tim pemenangan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Jayapura nomor urut 1, Yanni-Zadrak Afasedanya (YaZa) menduga, ada oknum di sekretariat KPU Kabupaten Jayapura mengadakan form C1 foto copyan saat pelaksanaan Pemilukada serentak, 15 Februari lalu. Politikus Partai Gerindra itu mempertanyakan yang merancang, menyiapkan serta membagikan C1 foto copyan itu.

Katanya, tentu ada aktor dibalik itu. Sebab, form C1 yang diberikan kepada saksi para pasangan calon (paslon) di 358 TPS, semua foto copyan. Bukan salinan asli yang ditandatangani dan dicap basah penyelenggara tingkat bawah.

Menurutnya, C1 foto copyan tidak dapat digunakan sebagai barang bukti di Mahkamah Konstitusi (MK). Kalaupun dinyatakan sah, harus ada surat keterangan KPUD mengetahui Panwas bahwa C1 itu sah dan bisa digunakan sebagai alat bukti di MK. Jika tidak, C1 foto copy merupakan bukti indikasi ada ketidak beresan.

“Senin (13/3) saya akan ke KPUD Kabupaten Jayapura mempertanyakan keabsahan, legalitas C1 foto copyan ini. Jika KPUD menyatakan C1 foto copy ini alat bukti yang sah, saya akan meminta KPUD membuat surat pernyataan yang menerangkan keabsahan C1 ini,” kata Natan, Minggu (12/3) malam.

Pahabol mengatakan, C1 seharusnya berjumlah sembilan lembar. Nantinya dibagikan kepada PPD, polisi, KPUD dan para saksi paslon usai penghitungan suara tingkat bawah. Namun ternyata para saksi paslon hanya menerima C1 foto copy.

“Ini kejahatan terstruktur, sistematik dan masif. Kabupaten Jayapura, kabupaten tertua. Hendaknya menjadi contoh kabupaten lain. Namun yang terjadi kini menyedihkan,” ujarnya.

Kata Natan, pihaknya akan menyurat ke KPUD Kabupaten Jayapura, KPU Papua, KPU RI, Panwas Kabupaten Jayapura, Bawaslu Papua, Polda Papua dan Gakkumdu Kabupaten Jayapura. Tujuannya mempertanyakan keabsahan C1 foto copyan itu.

“Jika C1 foto copy ini dianggap tidak sah, pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Jayapura harus diulang keseluruhan. Ini tindakan mencederai demokrasi yang dilakukan oknum di sekretariat KPUD Kabupaten Jayapura,” katanya.

Natan meminta masyarakat Kabupaten Jayapura tetap tenang. Jangan mau terprovokasi. Serahkan sepenuhnya berbagai kisruh Pemilukada setempat kepada pihak yang berwenang, termasuk penegak hukum. (ARJ)

Advertisement